Social Icons

http://twitter.com/eui5_kurniawati

Minggu, Desember 14, 2008

Alhamdulillah ...

Rabu 10 Desember 2008, pukul 17.31 waktu Yogyakarta, aku keluar dari pintu gerbang Rumah Sakit Panti Rapih. Inilah saat-saat yang selalu kunantikan setelah 12 hari lamanya terbaring di ruang perawatan. Keharuan menyergap seketika, ya Rabb puji syukur atas segala yang telah Engkau rencanakan, syukur tak terhingga atas kesempatan hidup yang masih Kau berikan padaku.

Auto Imun Hemolitic Anemia(AIHA) atau Anemia Hemolitik Auto Imun ...
Penyakit yang menyerangku bukan anemia biasa. Anemia ini terjadi ketika zat imun atau anti body dalam tubuh salah mengenali hemoglobin (hb) sebagai musuh yang harus dihancurkan (reaksi autoimun). Aksi anti body yang menyerang hemoglobinku ini menyebabkan kadar hb dalam darahku drop mencapai 5,7 g% dari kisaran normal yang seharusnya 12 g% (untuk perempuan, 16 g% untuk laki-laki).
Menurut dr. Tyasmono AP, Sp.PD dan dr. Elias Parjono,Sp.PD,KHOM yang menanganiku selama perawatan, AIHA sering tidak diketahui secara jelas penyebabnya (idiopatik), tetapi sebagian besar kasus yang terjadi pada perempuan. Transfusi darah dapat membahayakan bagi penderita AIHA karena anti body dalam tubuh akan selalu melawan dan merusak hemoglobin dari darah yang ditransfusikan meskipun dari golongan darah yang sama. Serta dapat menyebabkan jumlah anti body yang semakin banyak dalam tubuh pasien.

Gejala ...
Yang kurasakan: Setelah beraktifitas misalkan jalan kaki atau naik tangga: kepala pusing atau pening , denyutan/aliran darah di kepala terdengar seperti suara mesin mobil mogok, rasa mual, nafsu makan menurun, cepat berkeringat dingin, detak jantung cepat dan nafas sesak, terjadi terus menerus selama 3 minggu (yang kualami).
Yang nampak: kulit wajah pucat berlanjut ke tangan, kaki dan seluruh tubuh seperti warna kulit mayat, kuning pucat. Air seni berwarna coklat pekat seperti air teh.

Penanganan ...
Pengobatan tergantung dari penyebabnya (sumber:http://medicastore.com/">):
1. Jika penyebabnya tidak diketahui (idiopatik, diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) dosis tinggi, awalnya melalui intravena (disuntikkan), selanjutnya per-oral (ditelan),
2. limpa diangkat/dibuang, agar limpa berhenti menghancurkan sel darah merah yang terbungkus oleh anti body,
3. Diberikan obat yang menekan sistem kekebalan (misalnya siklosporin atau siklofosfamid.
Untuk kasusku, pagi hari aku diberikan suntikan 125 mg medikson dan 16 mg methylprednisolone, siang 32 mg methylprednisolone, ditambah folavit 3x1 dan ferofort 2x1.

Kesan...
Tak percaya ...
- Saat kodisiku drop, muntah-muntah dan hampir pingsan di kamar kos, kemudian harus dirawat di RS Panti Rapih (Sabtu, 29 Nopember 2008),
- Saat suamiku pergi ke PMI dan kemudian menelpon mengabari bahwa semua sampel darah golongan A yang ada di PMI gagal di cross testkan dengan sampel darahku, akibat anti body dalam tubuhku yang selalu melawan dan menyerang sel darah merah yang di teskan. Itu berarti aku tidak dapat ditransfusi, sementara kondisiku makin memburuk. Aku dan suamiku menangis bersama. Hati kami sedih, bingung, dan buntu.
Sementara hari sudah malam dan dokter baru besok harinya bisa ditemui untuk dapat menangani keadaanku.
Ya Allah SWT, jika hemoglobin dalam darahku habis, apa yang akan terjadi? Inikah akhir perjalanan hidupku? Bagaimana dengan anakku ... Dede Aghniya, maafkan umi yang belum sempat membimbingmu untuk lebih mengenal Rabbmu. Sayang, hapunten umi...
- Saat dokter mengatakan masih ada cara yang dapat ditempuh untuk menolongku selain transfusi darah. Subhanallah ... kalimat terindah yang kudengar hari itu.
Sedih ...
- Mengingat dosa-dosa yang belum kumintakan maaf pada orang-orang yang sengaja maupun tidak sengaja telah kulukai hatinya,
- Belum dapat membahagiakan dan berbakti pada orang tuaku,
- Mengingat waktu yang telah kubuang tanpa dapat kembali untuk memperbaiki kesalahan yang telah terjadi,
- Banyak rencana dan cita-cita yang belum tercapai,
- Saat mendapat menstruasi dan kadar hbku menjadi 5,2 g%,
- Saat menginjak hari ke-10 aku dirawat, merayakan Idul Adha berdua dengan suamiku di rumah sakit. Suara takbir bersahutan di luar sana membangkitkan kesedihan yang mendalam, tetapi juga memberikan kekuatan dan semangat untukku berjuang melawan
penyakit ini. Ya Allah aku ingin cepat sembuh.
Terharu ...
- Atas doa ibuku yang begitu menyejukkan, kasih sayang seorang ibu tak terhalang jarak dan waktu ...
- Doa dan perhatian dari sahabat, teman kuliah, rekan kerja, dan kerabat.
Kagum ...
- Atas penanganan dan pelayanan tim dokter, perawat RS Panti Rapih yang profesional dan memiliki etos kerja yang tinggi,
Tak terlukiskan ...
- Rasa syukur tak terhingga, tak dapat diungkapkan dengan kata-kata sebanyak apa pun, atas nikmat hidup yang masih Allah SWT berikan untukku. Alhamdulillahirobbil 'alamiin ... terima kasih ya Allah aku masih diberi waktu dan kesempatan, semoga semua ini menjadi peringatan dalam hidupku, agar aku selalu mensyukuri apa pun yang telah Kau berikan, seperti nikmat sehat bagi tubuhku.
- Rasa bahagia, lega, dan penuh harapan saat hasil tes darah terakhir (Selasa, 9 Desember 2008) menunjukkan kadar hbku naik menjadi 8,0 g%. Itu berarti besok aku sudah bisa pulang dari rumah sakit dan dapat berobat jalan.

Ucapan terima kasih yang mendalam buat ...
1. Suamiku tercinta, atas kesabaran, perhatian dan perawatan selama aku di rawat.
2. Orang tua, mertua dan keluarga besarku di Subang yang selalu menanti kabarku dengan cemas dari jauh,
3. Nunung "Seruny", hapunten nung tos direpotkeun wae ku Euis...
4. Noni Nani, mba Dina, mba Susi, kalian benar-benar cantik tapi hati kalian lebih cantik lagi. You are so beautiful, your inner beauty. You are my best friends. Thank you so much girls ...
5. Bu Oris, Guruh, Adi, Nela, Mut, Ian dan keluarga besar SMP Negeri 2 Binong Kabupaten Subang (SMP N 1 Tambakdahan) terimakasih atas doanya,
7. Ibu Hj. Siti Aminah, M.Pd; Bunda Yusnidar; Cicih'dede'; Teh Nunung Nurhasanah;Ibu Iin dan semua teman dari SMP Negeri 1 Binong atas perhatian dan doanya,
8. Teman-teman mahasiswa UNY Program Pendidikan Sertifikasi Guru Matematika, terimakasih atas doa bersama yang telah diberikan untuk saya,
9. Mas Arif, Nani, Mas Agus dan Neng Zahra, terimakasih atas kunjungannya,
10. dr. Tyasmono AP, Sp.PD dan dr. Elias Parjono,Sp.PD,KHOM
11. Dr. Marsigit M.A. Thank you so much for your attention and comments in my blog. I'm here again, sir.
12. Para perawat, petugas kebersihan, petugas catering dan seluruh karyawan RS Panti Rapih,
13. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Terima kasih semuanya, hanya Allah SWT yang dapat membalas segala kebaikan, ketulusan hati anda semua.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kejadian ini, terutama untukku ...

14 komentar:

Budiharjono mengatakan...

Semoga bu Euis lekas sembuh. setiap penyakit Insya Allah ada obatnya. Amien. Untuk meningkatkan dan menjaga stamina agar tubuh fit coba minum obat yang sesuai dengan hadist, yaitu Habatussauda.

Euis Kurniawati mengatakan...

Amiin ... Hatur nuhun Pa Budi atas kunjungan dan komentarnya di blog saya, juga atas nasehatnya yang sangat bermanfaat buat saya.

suhermanmath.blogspot.com mengatakan...

"ajaban lil amril mu'mi kullahu lahul khoir ida asobat dhorro sobaro waida asobat sarro syakaro ....

"sungguh mengagumkan urusan seorang mu'min semua urusannya di pandang baik, jika di timpa kesusahan dia bersabar dan jika di timpa dengan kebaikan dia bersyukur....

bersabar dan bersyukur dua kata kunci yang senantiasa hidup kita menjadi tegar, hatta kita dirundung kesedihan/kebangrutan hidup/sakit dll. karena kita tidak punya jalan lain, obat lain atau resep lain kecuali dengan sabar, sabar akan di pandang oleh Allah sebagai seorang hamba yang pandai bermuamalah/berhubungan dengan Allah dan mengakui kerendahan kita dihadapan kholik dan pengakuan seagung-agungnya terhadap robb, bahwa dilah pemilik kerajaan, dia maha sombong, maha pembuat rencana berbuat dengan apa yang dia inginkan.

sakit bukan berarti ajal sudah dekat dan sehat bukan berarti ajal masih jauh, tetapi yang perlu diperhatikan, bagaimana kita hidup sehat banyak amal, karena hidup sehat yang kita alami bukan hidup yang hakiki dan kematian bukan ahkir perjalanan hidup di dunia, kita akan melakukan perjalan yang lebih panjang dan lama, perbekalanlah yang banyak dipersiapkan agar tidak kehabisan di tengah jalan, kita semua akan menyelusuri lorang-lorong akhirat yang asing dengan tanpa kawan, saudara, keluarga yang kita cintai dimana harta dan anak-anak tidak sedikitpun dapat membantu kita.

ku ucapkan alhamdulillah, Ibu Euis telah sembuh. "fa ida maridtu fahua yasfiin," "ya Allah baguskan agama kami yang dia itu menjadi pokok urusan hidup kami, baguskan dunia kami yang dia itu menjadi ladang penghidupan kami, baguskan akhirat kami yang dia itu menjadi tempat kembali kami, jadikan hidup kami sebagai tambahan setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai peristirahatan kami dari berbuat keburukan"

"ya Allah, jadikan anak-anak kami dan keturunn kami orang yang cenderung pada sholat"
"Ya Allah jadikan penjagaan-Mu, pemeliharan-MU terhadap anak-anak kami dan keturunan kami setelah kami berada di sisi-Mu, lebih dari penjagaan dan pemeliharaan kami ketika kami masih di tengah-tengah mereka"

"Ya Allah pertemankan aku bersama orang-orang sholih, suhada dan siddiqqiin, di surga firdaus-Mu"

Euis Kurniawati mengatakan...

Subhanallah ... indah sekali tausyiahnya Pak Ustadz. Saya bersyukur memiliki teman-teman yang baik dan shalih yang selalu mengingatkan di saat khilaf, memaafkan disaat melakukan kesalahan dan 'memberi' disaat kehausan ilmu dan nasehat.

Mulyati mengatakan...

Alhamdulillah Bu Euis sudah bisa bersama-sama kita lagi.Semoga sehat selalu n tambah fit kondisinya. Mohon maaf kemarin ndak sempat menengok jeng Euis di RS, karena saya ikut LKG di Bogor. Jaga kesehatan selalu Jeng...

Euis Kurniawati mengatakan...

Terima kasih atas doanya. Selamat ya atas prestasinya di tingkat nasional dan sudah berkesempatan berfoto bareng Ibu Muslimah dan Pak Mendiknas. Semoga makin memacu kretivitas Bu Mulyati dalam berkarya.

Agus supranto,S.Pd mengatakan...

Bu Euis blog-mu kok indah, kreatif. jadi pengin mbuka blognya bu Euis terus. Boleh ngggak... ?

Euis Kurniawati mengatakan...

Alhamdulillah, saya sih berharap bukan cuma tampilannya yang bagus tapi isinya dapat bermanfaat walau sekecil apa pun itu. Saya masih harus banyak belajar untuk dapat menuliskan ide/gagasan dengan baik dan benar. Terima kasih atas kunjungan n komentarnya. Boleh banget.

Annisa Syahputri mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb

Bu Euis,
Saya ingin bertanya, di tulisan ibu bilang dokter menyampaikan bahwa ada cara lain selain transfusi darah, ayah saya juga didiagnosa autoimmune hemolytic anemia (AIHA), dan sekarang HB nya 5, mohon kiranya ibu berkenan berbagi cara apa yang dilakukan dokter ibu dulu? dan apakah sekarang ibu telah sembuh total ataukah tetap mengkonsumsi obat2an? Jazakillah untuk jawabannya bu..

Euis Kurniawati mengatakan...

'Alaikumussalam wrwb.
Sejauh yang saya ketahui dokter ahli hematologi jarang bahkan hampir tidak pernah mengajurkan transfusi bagi pasien AIHA. Terlalu besar resiko yg dpt terjadi jika transfusi dilakukan diantaranya kemungkinan autoimun makin banyak menghancurkan hemoflobin yg baru masuk karena dianggap sebagai musuh berbahaya bagi tubuh pasien. Selain itu ada kemungkinan masuknya penyakit lain ke dalam tubuh pasien AIHA.
Adapun cara lain yang dipilih oleh hematologist adalah dengan memberikan obat jenis kortikosteroid secara oral maupun suntik. Inilah yg dipilih oleh hematologist yg menangani saya.
Sampai saat ini saya masih bergulat dengan AIHA, semoga Allah SWT menguatkan saya juga ayahanda mbak Annisa. AIHA ini sangat militan sukar diaklukan oleh obat begitu saja. Tp jangan berkecil hati, selama kita dapat menghindari faktor kelelahan dan stress, pasien AIHA masih dapat melakukan aktivitasnya koq.
Selalu berikhtiar dan berdo'a, insya Allah semua akan dijalani dengan ringan. Titip salam buat ayahanda. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran pada kita semua. Aamiin....ya Rabb.

Dexa Doea Tiloe mengatakan...

Assalamualaikum Bu Euis.....Nama saya dadang,tinggal di pangandaran saya juga penderita AIHA setahun terakhir ini dan pernah dirawat Di RS Bethesda 2kali yg pertama 20 hari dan trakrir kemarin sblm pemilu 2014 dirawat 1 minggu dan di tangani oleh Dokter Elias Parjono,kalu boleh saya minta no tlp Bu euis Saya pengin sharing karena kita pernah mengalami penyakit yang sama atau Bu Euis bisa hubungi saya Di 081391395398.sebelumnya saya ucapkan terimakasih..wassalam

Irkasari Sartika mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb.. halo nama saya irka sy penderita AIHA juga. Sejak november 2013 sampai skrg penyakit hemolitik saya sering kambuh. Keluar masuk RS tiap 2 atau 3 bulan. Mohon teman2 jika ada yg sudah sembuh dri penyakit ini bisa berbagi informasi. Krn setahu saya secara medis penyakit ini belum bisa disembuhkan. Tpi saya percaya semua penyakit pasti ada obatnya. Mohon teman2 jika ada informasi mengenai penyembuhan penyakit ini bisa diinformasikan. Twrma kasih . Wassalam
irkwais@yahoo.com

ratna satyavati mengatakan...

Halo teh Euis... Salam kenal.. saya juga penderita AIHA. semoga kita selalu sehat dan kuat ya...
meskipun AIHA konon tidak ada obatnya (karena bukan penyakit melainkan kelainan) tapi saya yakin dengan pola hidup yang baik kita akan tetap sehat, kuat, dan panjang umur... Amin :)

Euis Kurniawati mengatakan...

Kang Dexa/Dadang: mangga kalau mau berkomunikasi silahkan buka inbox fb, nomer hp saya tertera di sana.
Mbak Irkasari: semoga selalu sabar dan tawakal menghadapi pasang surut kehidupan bersama AIHA, mbak tidak sendiri, ada banyak penderita AIHA seperti saya dan teman-teman yang lain, juga selalu memohon kekuatan lahir bathin kepada Allah SWT Sang Pemberi AIHA. Insya Allah mbak kuat menghadapi segala cobaan ini.
Mbak Ratna: terima kasih sudah berbagi kekuatan berupa motivasi di blog saya, semoga saya dan teman-teman penderita AIHA lainnya dapat terus memotivasi dirinya agar lebih kuat menjalani hidup dengan AIHA.