Social Icons

http://twitter.com/eui5_kurniawati

Minggu, Desember 14, 2008

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Oleh : Euis Kurniawati, S.Pd.

I. PENDAHULUAN

Suatu pembelajaran matematika pada prinsipnya adalah serangkaian proses yang dilakukan secara bersama-sama antara guru dan siswa untuk memahami matematika secara aktif berdasarkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya.

Belajar matematika bukan semata pandai berhitung tetapi juga memerlukan kecakapan berpikir dan berargumentasi untuk menyelesaikan soal-soal atau permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran matematika.

Hilbert & Carpenter (Van de Walle, 2008: 23) menyatakan bahwa para pendidik sepakat bahwa para siswa harus memahami matematika. Sejalan dengan pendapat tersebut teori konstruktivisme menyarankan bahwa anaka-anak harus aktif dalam mengembangkan pemahamannya.

Untuk mewujudkan suatu pembelajaran matematika yang berpusat pada siswa dengan salah satu gejala yang terlihat adalah meningkatnya aktivitas siswa dalam mengeksplorasi matematika, guru harus mampu mempersiapkan, merancang, dan mengembangkan pembelajaran matematika dari paradigma pembelajaran lama yang masih berpusat pada guru. Persiapan pembelajaran yang harus dirancang oleh guru secara garis besar meliputi persiapan:

  1. Sumber Belajar
  2. LKS (Lembar Kerja Siswa)
  3. Alat Peraga
  4. Skema Pembelajaran
  5. Kegiatan Assesment
  6. RPP Pembelajaran Matematika


    II. MENYIAPKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP (SEKOLAH

    MENENGAH PERTAMA)

A. Menyiapkan Sumber Belajar

1. Pengertian

Sumber belajar dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang memuat informasi, menjadi dasar/acuan baik yang tersedia maupun yang dibuat dan memungkinkan terlaksananya pembelajaran matematika.

2. Tujuan

Adapun tujuan dari adanya suatu sumber belajar diantaranya adalah untuk:

  1. Terciptanya atau tercapainya tujuan pembelajaran matematika.
  2. Mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya tentang pembelajaran matematika.
  3. Memperoleh bahan yang sesuai dan tepat dalam pembelajaran matematika.
  4. Memperoleh hasil yang sesuai dengan kompetensi yang hendak dicapai dalam pembelajaran.
  5. Memberi pengalaman yang seluas-luasnya bagi siswa.
  6. Menggali ilmu dan memahami konsep matematika.

3. Manfaat

Sedangkan manfaat dari sumber belajar adalah agar:

  1. Tidak terjadi kesalahan konsep-konsep matematika.
  2. Informasi dapat diserap dengan baik.
  3. Menumbuhkan inspirasi dalam pikiran siswa untuk membangun pengetahuan yang baru.
  4. Memudahkan siswa dalam memahami materi matematika yang dipelajari.

4. Macam/jenis

Macam-macam sumber belajar, diantaranya:

  1. Lingkungan sekitar yang dapat dijadikan sumber belajar. Misalnya siswa dapat mempelajari tentang jenis, bentuk, warna dan alat reproduksi pada bunga dengan meneliti bunga-bunga di taman atau di kebun.
  2. Media massa, meliputi media cetak (buku, majalah, Koran, tabloid, dll) dan media elektronik (TV, tape recorder, computer, VCD, internet, dll).
  3. Manusia (guru, teman, ahli pada suatu bidang keilmuan atau keterampilan, dll).

5. Langkah-langkah/strategi

Langkah-langkah menyiapkan sumber belajar dapat digambarkan berupa urutan sebagai berikut:


6. Contoh/kasus

Beberapa contoh/kasus yang terjadi di lapangan:

  1. Guru belum mau bersaing dengan sumber belajar selain dirinya. Kebanyakan masih merasa puas sebagai satu-satunya sumber belajar bagi siswa-siswanya.
  2. Sarana yang ada tidak memadai. Misalnya, sekolah atau daerah belum terjangkau layanan internet (belum terjangkau layanan telpon kabel maupun nirkabel).


B. Menyiapkan LKS (Lembar Kerja Siswa)

1. Pengertian

LKS adalah lembar kerja yan dibuat oleh guru untuk mengarahkan siswa agar menguasai/memahami konsep-konsep tertentu.

2. Tujuan

Tujuan menyiapkan LKS dalam pembelajaran adalah:

  • Sebagai upaya pencapaian penguasaan suatu konsep.
  • Agar konsep lebih mudah dipahami dan tidak cepat dilupakan karena siswa telah berupaya mengkonstruksi sendiri pengetahuan yang didapatkannya.

3. Manfaat

Manfaat adanya LKS adalah:

  • Siswa dapat memahami konsep maupun materi pembelajaran secara lebih mudah.
  • Siswa terbantu dalam memahami konsep karena tanpa disadari oleh siswa, LKS merupakan suatu bentuk bimbingan guru secara eksplisit.

4. Macam/jenis

  • Terstruktur/terbimbing
  • Latihan soal
  • permasalahan

5. Langkah/strategi

  • Menentukan SK, KD, dan indikator dalam pembelajaran.
  • Membuat LKS disesuaikan dengan RPP yang ada.
  • Menentukan macam/jenis LKS.
  • Menyusun LKS.

6. Contoh LKS

Proyek 1: Mengumpulkan data

Pilihlah salah satu topik kegiatan berikut ini:

  1. Penimbangan berat badan teman-teman sekelas (dalam satuan kg).
  2. Pengukuran tinggi badan teman-teman sekelas (dalam satuan cm).
  3. Tanyakan usia teman-teman sekelas (dalam satuan bulan).

Lakukan kegiatan tersebut, kumpulkan dan rekamlah data yang diperoleh ke dalam tabel.

Topik kegiatan: ............

Rekaman data ke dalam tabel adalah ......

Proyek 2: Menganalisis data

Urutkan data yang diperoleh, kemudian tentukan mean, median, dan modus dari data itu. Jelaskan ukuran manakah yang lebih mewakili jawaban itu. Mengapa?

Urutan data yang diperoleh adalah ............


Ukuran yang lebih mewakili hasil pengukuran di atas adalah .......

Proyek 3: Memamerkan hasil

Sajikan atau tunjukkan data hasil pengukuran tersebut ke dalam diagram batang.

C. Menyiapkan Alat Peraga

1. Pengertian

Alat peraga adalah alat-alat yang digunakan oleh guru untuk memperjelas materi pembelajaran agar lebih mudah dipahami oleh siswa.

2. Tujuan

Tujuan penggunaan alat peraga adalah untuk memperjelas materi pembelajaran terutama yang bersifat abstrak.

3. Manfaat

Manfaat penggunaan alat peraga:

  • Siswa menjadi lebih mudah memahami materi pelajaran.
  • Pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

4. Macam/jenis

  • Benda konkrit, maksudnya benda-benda yang terdapat di lingkungan/alam yang dapat langsung digunakan sebagai alat peraga tanpa harus dibuat terlebih dahulu. Misalnya pyramid di Mesir sebagai contoh bangun ruang (limas).
  • Model, yaitu miniatur dari benda konkrit yang sebenarnya.
  • Sketsa/gambar, pada prinsipnya memindahkan benda konkrit dari ukuran sebenarnya menjadi ukuran yang dapat digambarkan (menggunakan skala gambar).
  • Charta

5. Langkah/strategi

Langkah/strategi dalam menyiapkan alat peraga adalah:

  • Menentukan materi pembelajaran yang akan disiapkan alat peraganya.
  • Menentukan alat peraga yang cocok dengan materi pembelajaran dari segi bahan, kegunaan/praktis tidaknya, daya tahan, dan biaya.
  • Menyiapkan dan memilih bahan-bahan/material yang akan digunakan untuk membuat alat peraga.
  • Menggunakan alat peraga.
  • Evaluasi efektifitas penggunaan alat peraga.

6. Contoh/kasus

Kendala :

  1. Tidak semua materi pembelajaran dapat dibuatkan alat peraganya.
  2. Kesalahan penggunaan alat peraga dapat menyebabkan siswa sulit memahami materi pembelajaran.
  3. Tidak semua guru mampu menggunakan alat peraga dengan tepat.

D. Menyiapkan Skema Pembelajaran

1. Pengertian

Skema pembelajaran adalah langkah-langkah atau alur kegiatan atau rantai kognisi untuk sampai pada materi pembelajaran, yang dipersiapkan oleh guru dalam mengkondisikan pembelajaran dari pendahuluan sampai penutup.

2. Tujuan

Tujuan menyiapkan skema pembelajaran adalah agar pembelajaran kondusif, efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

3. Manfaat

  • Memberi arah bagi guru dalam mengelola pembelajaran, menerapkan metode, pendekatan dan model pembelajaran.
  • Membantu menyiapkan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran secara sistematis, terarah dan jelas.

4. Macam/jenis

a. Dari sisi pencapaian kompetensi:

Tahap I : Attitude

Tahap II : Methode

Tahap III : Content

b. Dari sisi struktur:

Tahap I : Pembukaan

Tahap II : Inti

Tahap III : Penutup

c. Dari sisi pola interaksi:

Tahap I : Klasikal

Tahap II : Kelompok

Tahap III : Individu

d. Menurut Bloom:

Tahap I : Ingatan

Tahap II : Penalaran

Tahap III : Analisis

Tahap IV : Sintesis

Tahap V : Evaluasi

e. Dari sisi pencapaian:

Tahap I : Will

Tahap II : attitude

Tahap III : Knowledge

Tahap IV : Skill

Tahap V : Experience

f. Model Kontekstual

g. Model pembelajaran kooperatif: STAD, TAI, TGT, Jigsaw, dll.

h. Model PBL (Problem Based Learning)

5. Langkah/strategi

Skema pembelajaran menurut Van de Walle (2008, 71) secara garis besar tahap-tahapnya sebagai berikut:

  1. Mulai dengan matematika, yaitu mengidentifikasi konsep-konsep matematika sesuai dengan standar kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Pertimbangkan siswa anda, apakah konsep yang akan dibahas berkaitan dengan pengetahuan siswa sebelumnya dan apakah menantang siswa dalam memahaminya tapi masih dalam terjangkau oleh tarap kemampuan siswa.
  3. Tentukan tugas.
  4. Prediksikan apa yang akan terjadi.
  5. Ungkapkan tanggung jawab siswa.
  6. Rencanakan fase sebelum pelajaran.
  7. Rencanakan fase selama pelajaran.
  8. Rencanakan fase setelah pelajaran.
  9. Tuliskan rencana pelajaran.

6. Kendala

  • Kesulitan siswa dalam memilih skema yang tepat untuk menanamkan suatu konsep tertentu.
  • Setelah skema disiapkan dan diterapkan ternyata tidak sesuai dengan yang direncanakan.
  • Kesulitan dalam mengarahkan suatu skema untuk masuk kepada materi atau konsep yang akan dipahami oleh peserta diidk.

7. Contoh/kasus

  • Jumlah siswa tidak sesuai dengan yang diprediksi, misalnya ada siswa yang tidak hadir pada saat pelaksanaan pembelajaran.
  • Peralatan yang mestinya dipersiapkan oleh siswa ternyata tidak lengkap atau tertinggal di rumah.
  • Siswa tidak mau diajak berpikir kreatif, maunya hasil secara instan.

E. Menyiapkan Kegiatan Assesment

1. Pengertian

Kegiatan assessment adalah kegiatan guru yang dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam pembelajaran selama KBM berlangsung.

2. Tujuan

Tujuan kegiatan assessment adalah:

  • Mengetahui pencapaian daya serap siswa dalam kegiatan pembelajaran.
  • Mengetahui kemajuan siswa dalam pembelajaran secara kognitif, afektif, dan psikomotor.

3. Manfaat

Manfaatnya kegiatan assessment adalah:

  • Untuk mendapatkan informasi kemajuan belajar siswa.
  • Sebagai bahan refleksi untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.
  • Sebagai acuan pelaksanaan kegiatan remedial dan pengayaan.
  • Sebagai bahan laporan kepada iorang tua siswa.

4. Macam/jenis

  • Penilaian kelompok
  • Penilaian individu
  • Penilaian kelas

5. Langkah/strategi

Penilaian dapat dilakukan dengan:

  • Menentukan tujuan.
  • Menentukan instrumen.
  • Melaksanakan instrumen.
  • Menganalisis instrumen.
  • Merefleksi instrumen.
  • Melaporkan hasil penilaian.

6. Contoh/kasus

Penilaian terhadap siswa dalam menggunakan jangka untuk melukis segitiga. Model penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.

  • Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif antara lain: dengan menggunakan tes UH (Ulangan Harian), instrumen pengukuran kinerja kognitif.
  • Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan afektif dilakukan dengan menggunakan pengukuran kinerja afektif, misalnya menggunakan skala sikap.
  • Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan psikomotorik dengan menggunakan pengukuran kinerja psikomotorik, misalnya menggunakan penilaian tingkat keaktifan siswa.

F. Menyiapkan RPP Pembelajaran Matematika

1. Pengertian

RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah seperangkat persiapan yang dilakukan oleh guru meliputi skenario sebelum, selama, dan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung. Dalam merancang RPP, guru harus memperhatikan/mempertimbangkan beberapa aspek, seperti:

  • Karakteristik dan tingkat kesulitan materi/konsep-konsep matematika yang akan dibahas.
  • Karakteristik siswa sebagai subjek dalam kegiatan pembelajaran.
  • Kesulitan-kesulitan belajar yang umumnya dialami oleh siswa.
  • Berbagai pendekatan maupun model pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
  • Karakteristik kelas/sekolah dan lingkungan belajar siswa.
  • Karakteristik budaya setempat.
  • Latar belakang sosial ekonomi siswa.
  • Potensi-potensi yang ada di sekolah.

2. Tujuan

Tujuan menyiapkan RPP pembelajaran matematika:

  • Membantu guru dalam menjaga alur kegiatan pembelajaran agar efektif dan mencapai tujuan pembelajaran.
  • Sebagai alat evaluasi dan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran.
  • Membantu siswa agar mereka mengetahui hal-hal yang harus dilakukan agar mencapai pemahaman materi/konsep secara mendalam.

3. Manfaat

  • Guru mempunyai arahan dan target dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran.
  • Guru mempunyai alat untuk mengevaluasi dan merefleksikan kegiatan pembelajaran dengan kesulitan, ketercapaian, dan ketidaktercapaian tujuanpembelajaran.
  • Siswa mengetahui peran dan aktivitas yang harus dilakukan selama kegiatan pembelajaran untuk memahami atau menguasai suatu konsep dengan baik.

4. Macam/jenis

Pembeda antara RPP yang satu dengan lainnya ditentukan oleh tujuan dan pendekatan/model pembelajarannya. Macam/jenis RPP berdasarkan:

  1. Tujuan:
  • RPP berbasis soal.
  • RPP berbasis pemahaman konsep matematika.
  1. Pendekatan/model pembelajaran:
  • RPP menggunakan model PBL.
  • RPP menurut konstruktivisme.
  • RPP menurut kontekstualisme.
  • RPP menurut Realistik.
  • RPP menurut pembelajaran kooperatif.

5. Langkah/strategi

Langkah/strategi dalam menyiapkan RPP adalah:

  1. Menentukan materi pembelajaran yang akan disiapkan RPPnya.
  2. Menentukan standar kompetensi pembelajaran.
  3. Menentukan kompetensi dasar.
  4. Menentukan indikator.
  5. Menentukan tujuan pembelajaran.
  6. Menentukan kemampuan prasyarat.
  7. Menyiapkan materi pelajaran yang akan dibahas.
  8. Menentukan pendekatan dan metode pembelajaran.
  9. Merancang dan menyusun langkah-langkah kegiatan pembelajaran.
    1. Memilih sumber belajar yang relevan dan sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.
    2. Menentukan kriteria dan acuan penilaian/evaluasi.
    3. Membuat instrumen yang sesuai dengan kriteria penilaian/evaluasi.

6. Kendala

  • Tidak semua guru mengetahui dan memahami RPP yang tepat untuk pembelajaran matematika.
  • Tidak semua guru mampu merancang RPP yang baik dan efektif sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
  • Tidak semua guru mau membuat RPP yang inovatif, alasannya karena malas, merepotkan, dan keengganan berubah dari RPP paradigma lama.
  • Adanya pemahaman yang tidak merata antara guru, kepala sekolah, dan pengawas di lapangan mengenai penyusunan RPP yang baik dan sesuai dengan berbagai karakteristik bidang studi, siswa, sekolah, dan sebagainya. Akibatnya kreatifitas guru jadi terhambat.
  • Terkadang RPP dengan menggunakan metode pembelajaran yang inovatif membutuhkan waktu lebih lama dalam pelaksanaanya.

7. Contoh/kasus

Guru A merancang RPP menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk materi Garis-garis pada Segitiga sementara guru B pada level kelas yang sama menggunakan RPP konvensional, ternyata waktu yang diperlukan guru A untuk menyelesaikan pembelajaran dengan jigsaw lebih lama dari guru B. Padahal materi yang harus dibahas sangat banyak, kemungkinan besar siswa di kelas guru A akan mengeluh dan merasa iri dengan pencapaian materi siswa di kelas guru B.

III. KESIMPULAN

Idealnya seorang guru yang kreatif dan bertanggung jawab akan memikirkan, merancang, dan mengembangkan kegiatan pembelajaran yang tepat, sesuai tujuan dan akomodatif terhadap kebutuhan belajar siswa di kelasnya.

Persiapan yang matang jelas diperlukan karena kegiatan pembelajaran di dalam kelas melibatkan banyak individu dengan karakteristik pribadi dan kemampuan belajar yang heterogen. Guru harus memiliki pemahaman dan pengetahuan yang lebih dari memadai untuk dapat mengelola dengan baik kegiatan pembelajaran di kelasnya.

Agar guru mampu merancang dan mengembangkan kegiatan pembelajaran yang baik, efektif, dan efisien, ia harus memahami pemilihan, penyusunan, dan pengelolaan beberapa komponen pembelajaran sebagai berikut, yaitu:

  1. Sumber Belajar
  2. LKS (Lembar Kerja Siswa)
  3. Alat Peraga
  4. Skema Pembelajaran
  5. Kegiatan Assesment
  6. RPP Pembelajaran Matematika

Banyak kendala dan kesulitan yang tentu akan dihadapi oleh guru kreatif dan bertanggung jawab terhadap kegiatan pembelajaran di kelasnya. Kendala yang datang bukan hanya dari siswa, sekolah, sistem pendidikan, maupun lingkungan, akan tetapi kendala terbesar yang dihadapi guru adalah dirinya sendiri. Kendala terbesar seorang guru adalah manakala ia tidak mampu optimis dan berpikir positif bahwa ia mampu menghadapi kendala apa pun di luar dirinya.

Tentu saja bukan pekerjaan mudah dan instan yang dapat dicapai dengan sekedipan mata, dibutuhkan pengorbanan dan perjuangan tak kenal lelah untuk menjadi seorang guru yang mencintai pekerjaan dan siswanya, guru yang ikhlas, rendah hati, juga selalu mau belajar hal-hal baru yang positif di sekitarnya, yang mau dan merasa ingin selalu meningkatkan kualitas dirinya. Bukan hal mudah tapi juga bukan hal yang mustahil untuk mencapainya. Mulai dengan memikirkan dan peduli terhadap kebutuhan belajar siswa itu kunci utamanya.

IV. DAFTAR PUSTAKA

Van de Walle, J. A. (2008). Pengembangan Pengajaran Matematika Sekolah Dasar dan Menengah Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Hasil Diskusi Kelompok. (2008). Hasil Diskusi Mengenai Sumber Belajar, LKS, Alat Peraga, Skema Pembelajaran, dan Kegiatan Assesment. Yogyakarta: Program Pendidikan Profesi Guru SMP.

V. LAMPIRAN

Lampiran 1 : Sumber Belajar

Lampiran 2 : LKS

Lampiran 3 : Alat Peraga

Lampiran 4 : Skema Pembelajaran

Lampiran 5 : Kegiatan Assesment

Lampiran 6 : RPP


0 komentar: