Social Icons

http://twitter.com/eui5_kurniawati

Sabtu, Desember 20, 2008

Jari Hitam Putih

Meningkatkan Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Siswa Kelas VII H SMPN 2 Binong Menggunakan Jari Hitam Putih

Euis Kurniawati, S.Pd.

SMP Negeri 2 Binong (SMP Negeri 1 Tambakdahan) Jl. Tambakdahan No. 53 Kec. Tambakdahan Kab. Subang

myaghnee@yahoo.co.id


Abstrak

Kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran matematika biasanya disebabkan oleh lemahnya penguasaan konsep dasar matematika. Salah satu konsep dasar diantaranya adalah penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Melalui makalah yang berjudul Meningkatkan Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Siswa Kelas VII H SMPN 2 Binong Menggunakan Jari Hitam Putih ini penulis berupaya menyampaikan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan dasar tersebut dengan suatu media/alat peraga yang belum pernah digunakan sebelumnya. Media/alat peraga yang dimaksud berupa model tangan berwarna hitam (punggung tangan) dan warna putih (telapak tangan). Masalah penelitian dibatasi hal-hal berikut: materi yang diteliti adalah Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat; subyek penelitian adalah siswa kelas VII H SMPN 2 Binong dengan jumlah siswa 42 orang terdiri dari siswa laki-laki 19 orang dan perempuan 23 orang; kemampuan siswa yang diukur adalah pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat; penelitian dilaksanakan selama 2 minggu (14-28 Agustus 2007) dengan dibantu oleh seorang observer. Hasil yang diperoleh adalah adanya kenaikan rata-rata nilai tes dari 50,05 menjadi 75,89 serta kenaikan pencapaian ketuntasan belajar klasikal dari 28,57% menjadi 69,05%.

Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Penjumlahan dan Pengurangan, Bilangan Bulat, Jari Hitam Putih

Konsep Jari Hitam Putih

  • Warna :
    a. putih (telapak tangan)     → bilangan positif
    b. hitam (punggung tangan)    → bilangan negatif
  • Posisi bilangan :
    a. bilangan pertama (tangan kiri atau siswa/orang sebelah kiri)
    b. bilangan kedua (tangan kanan atau siswa/orang sebelah kanan)
  • Operasi hitung :
    a. Penjumlahan : Tangan kanan tidak dibalikkan.
    b. Pengurangan : Tangan kanan dibalikkan.
  • Hasil :
    a. Sisa (jari hitam atau putih yang tidak dapat dipasangkan dengan warna lawannya)
    b. jumlah seluruhnya(jika warna jari yang tampak sama semuanya)
    c. nol (0) (jika jari hitam dan putih dapat dipasangkan seluruhnya)

    Contoh soal :

1. Penjumlahan

a. Hitunglah hasil dari 3 + (-2) = ….


Jawaban :         

Gambar 1a menunjukkan 3 jari putih dan 2 jari hitam. Gambar 1b menunjukkan jari warna berbeda dipasangkan, tersisa satu jari warna putih berarti hasilnya adalah 1.

b. Hitunglah hasil dari (-2)+(-5)=….

Jawaban :

Operasi hitung dari soal di atas adalah penjumlahan maka tangan kanan tidak dibalikkan. Sehingga yang tampak 7 jari hitam berarti hasilnya adalah -7.(Gambar 2)

2. Pengurangan

a. Hitunglah hasil dari 2 – 5 = ….

Jawaban :

Pada gambar 3a ditunjukkan 2 jari kiri putih dan 5 jari kanan putih. Karena operasi hitungnya pengurangan, maka tangan kanan dibalikkan menjadi 5 jari hitam (gambar 3b). Kemudian kedua warna jari yang berbeda dipasangkan, tersisa 3 jari hitam berarti hasilnya -3 (gambar 3c).

b. Hitunglah hasil dari (-2) – (-5) = ….

Jawaban :

Pada gambar 4a ditunjukkan 2 jari kiri hitam dan 5 jari kanan hitam. Karena operasi hitungnya pengurangan, maka tangan kanan dibalikkan (gambar 4b) menjadi 5 jari putih. Kemudian kedua warna jari yang berbeda dipasangkan, tersisa 3 jari putih berarti hasilnya 3 (gambar 4c).



Catatan:
1. Pada tahap awal, menggunakan alat peraga berupa model telapak tangan dua warna hitam (punggung tangan) dan putih (telapak tangan).
2. Untuk selanjutnya setelah konsep Jari Hitam Putih dapat dipahami oleh siswa, alat peraga diganti oleh tangan siswa sendiri. Dengan demikian alat peraga tidak akan pernah tertinggal, anti maling, tidak takut disita saat tes atau ujian. Selain itu juga praktis dan dapat dipakai seterusnya.

3 komentar:

Mulyati mengatakan...

Meskipun pembelajaran bilangan bulat (terutama negatif) sudah dipelajari siswa, tapi sampai saat ini ternyata banyak siswa mengalami kesulitan. Di sekolah saya juga demikian bu. Pengalaman saya, ketika mengajarkannya saya menggunakan kancing baju dua warna. Lumayan hasilnya, anak-anak lebih paham, daripada disampaikan dengan garis bilangan. Apa yang ditulis Bu Euis, insyaallah bisa menambah khazanah pengetahuan saya untuk pembelajaran bilangan bulat. saya tunggu karya-karya yang lain bu. Terima kasih

Dr. Marsigit, M.A mengatakan...

Great saya menghargai Ibu Euis dan juga Ibu Mulyati yang rajin menyimak blog-blog teman yang lain untuk peningkatan pengetahuan. Sekali lagi selamat semoga teman yang lain juga demikian. Amien (Dosen: Dr. Marsigit)

Euis Kurniawati mengatakan...

Terima kasih atas kunjungan dan komentar bu Mulyati dan pak Marsigit. Semoga teman-teman yang lain mau berbagi ilmu atau tips yang mereka miliki untuk membantu kesulitan belajar siswa-siwa kita di sekolah.