Social Icons

http://twitter.com/eui5_kurniawati

Selasa, Januari 20, 2009

RPP Kualitas Kedua pada Struktur Pembelajaran (Pendahuluan, Kegiatan Inti, Penutup)


Pendahuluan: minat, motivasi (semangat belajar, sikap religius)

Bagaimana upaya guru dalam merancang RPP yang mampu menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa. Misalkan dengan kegiatan awal berupa mengucapkan dan menjawab salam, atau kegiatan berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.

Hal tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa kegiatan belajar yang diniatkan untuk beribadah kepada Allah SWT akan mendatangkan kebaikan dan pahala yang sama dengan orang yang berjuang di jalan Allah, serta derajatnya akan diangkat oleh Allah (QS. Al-Mujadah ayat 11 yaitu "Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"). Dengan demikian diharapkan selain siswa bersemangat untuk mengikuti kegiatan selanjutnya (kegiatan inti) juga menumbuhkan sikap religius dalam diri mereka.


Kegiatan Inti: berpikir, berikhtiar (kerja keras, tekun, ulet, pantang menyerah)

Bagaimana upaya guru dalam merancang RPP yang dapat menumbuhkan kemauan dan kemampuan berpikir siswa. Bagaimana upaya guru dalam merancang RPP yang dapat membangkitkan kemauan dan kemampuan untuk berikhtiar, berusaha melakukan sesuatu.

Intinya agar siswa menyadari bahwa belajar matematika tidak cukup hanya diam, mencatat, dan mengerjakan soal. Diperlukan kerja keras dan tekad yang kuat untuk dapat memahami konsep-konsep matematika. Secara luas arti kerja keras tersebut akan mereka perlukan dalam mengarungi kehidupan di dunia nyata, dalam kehidupan sehari-hari. Kerja keras, ketekunan, keuletan dan sikap pantang menyerah akan menjadi bekal dalam meraih impian dan cita-cita mereka di masa depan.


Penutup: evaluasi, refleksi ( instrospeksi, ikhlas)

Bagaimana upaya guru merancang kegiatan penutup dalam RPP berupa evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Misalnya evaluasi atau penilaian (bisa berupa komentar-komentar) dari guru terhadap siswa, dari siswa terhadap siswa, dan dari siswa terhadap guru. Kemudian guru dan siswa bersama-sama merefleksikan hasil evaluasi tersebut untuk memperbaiki kesalahan atau kekurangan-kekurangan dari kegiatan yang telah dilakukan sebagai bahan untuk merancang kegiatan pembelajaran selanjutnya.

Dengan demikian diharapkan siswa terbiasa introspeksi diri bahwa siapapun dapat melakukan kesalahan karena tiadalah manusia yang sempurna. Siswa mampu menghargai kelemahan dan kelebihan orang lain disertai keikhlasan dalam menerima kritik atau komentar dari orang lain, niscaya dirinya akan senantiasa mengalami proses perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

Kegiatan penutup diakhiri dengan doa, menandakan bahwa segala upaya manusia sekeras apapun dengan hasil sehebat apapun akan berpulang pada keridhoan Allah SWT. Apakah Allah ridho atau tidak?


0 komentar: