Minggu, September 07, 2014
Tugas Matematika: Bangun Ruang Sisi Datar
Euis KurniawatiMinggu, September 07, 2014Diklat Online, Download, Materi Ajar, P4TKMTK, Pembelajaran Matematika, Strategi Pembelajaran, Video
1 komentar:
Perlu diketahui bahwa Ibu akan mengikuti diklat di luar kota selama 10 hari (7 s.d. 16 September 2014), karena itu Ibu akan memberikan materi, penugasan kerja kelompok, kuis, dan soal latihan untuk kalian melalui blog ini.
Mohon kalian ikuti aturan yang ditetapkan berikut ini:
1. Download materi mengenai Tugas Proyek Tugu, klik DISINI atau saksikan video berikut:
2. Tugas kelompok telah dijelaskan dalam video tersebut (no.1).
3. Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat didownload DISINI
4. Kuis dapat didownload DISINI
Catatan:
- Tugas kelompok dapat berupa foto atau video menggunakan handphone, atau alat perekam video lainnya.
- Hasil rekaman video dan LKS yang telah dikerjakan dikirim ke email ibu yaitu euistambakdahan@gmail.com.
- Untuk dapat mengikuti Kuis dan Soal Evaluasi, kalian diwajibkan untuk mengisi nama dan alamat email yang masih aktif. Nilai Kuis dan Evaluasi akan dikirim via email yang kalian masukkan pada saat mengerjakan soal Kuis dan soal Evaluasi.
- Batas pengerjaan tugas kelompok, LKS, Kuis, dan Evaluasi adalah tanggal 16 September 2014 pukul 22.00 WIB.
- Pertanyaan seputar tugas ini silahkan tuliskan dalam "Komentar" setelah portingan ini.
Senin, September 01, 2014
Video Jaring-jaring Kubus
Euis KurniawatiSenin, September 01, 2014Diklat Online, Download, Materi Ajar, P4TKMTK, Pembelajaran Matematika, Strategi Pembelajaran, Video
Tidak ada komentar:
Silahkan simak video berikut:
Download video tersebut DISINI
Silahkan berikan komentar untuk video tersebut.
Download video tersebut DISINI
Silahkan berikan komentar untuk video tersebut.
Selasa, Juni 24, 2014
Senin, September 16, 2013
Guru dan KTI, TTM atau TTT?
Euis KurniawatiSenin, September 16, 2013Kompasiana, P4TKMTK, Pembelajaran Matematika, Renungan, Sertifikasi Guru, The Ideas
Tidak ada komentar:
Pinjam istilah dalam bahasa gaul, TTM (Teman Tapi Mesra), dan TTT (Teman Tapi Terpaksa), haha…. Istilah terakhir tadi hasil karangan saya. Bagaimana Guru dan KTI (Karya Tulis ilmiah) dikaitkan dengan TTM dan TTT? Bisa-bisa sajah koq. ^_*
Kala harus membuat klasifikasi hunungan antara guru dan KTI, ya itu tadi ada dua kategori yaitu TTM ada yang TTT. Guru kategori TTM tidak merasa puas dengan ilmu yang dimilikinya karena ia sadar bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat dengan cara yang tak dapat dibayangkan. Ia senang mempelajari hal-hal baru yang bermanfaat bagi peningkatan kemampuannya dalam melayani kebutuhan belajar siswa. biasanya guru dengan kategori TTM senang menelisik kekurangan dan kelebihan pembelajaran yang telah dilakukannya, kemudian berupaya untuk memperbaiki kekurangan tersebut dengan membaca, meminta pendapat orang lain atau guru lain, bertanya kepada pakar pendidikan, selanjutnya melakukan penelitian agar guru lain yang memiliki permasalahan yang sama dapat melakukan perbaikan dengan cara yang kurang lebih serupa. Mungkin penelitian yang dilakukan guru kategori TTM ini didasari adanya Permen Menpan Nomor 16 Tahun 2009 tentang angka kredit jabatan dan peraturan bersama Mendiknas dan Kepala Kepegawaian Negara Nomor 3/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010. Namun hal tersebut hanya sebagai stimulator saja dan bukan faktor utama bagi penulisan KTI.
Sumber kutipan dari SINI
Lain dengan karakteristik hubungan guru dan KTI pada kategori TTT. Diantaranya: acuh tak acuh terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran yang diampunya. Sukar menerima saran dan pendapat dari pihak (baca: guru) lain, merasa sudah cukup dengan ilmu yang dimilikinya, dan kenaikan pangkat/jabatan menjadi alasan utama untuk melaksanakan penelitian dan menulis KTI. Merasa bahwa keharusan guru untuk mengembangkan kemampuannya secara berkelanjutan merupakan beban dan suatu keterpaksaan yang menjengkelkan.
Nah, pada kategori mana hubungan mayoritas guru Indonesia dengan KTI? Bagaimana dengan penulis sendiri, apakah sudah TTM atau masih TTT? Sedang berupaya supaya jadi TTM. Hehehe….semoga.
Edited from my Kompasiana
Minggu, September 15, 2013
Sageuk dan Matematika
Euis KurniawatiMinggu, September 15, 2013Kompasiana, Ngulik, P4TKMTK, Strategi Pembelajaran, The Ideas
Tidak ada komentar:
Please deh, jangan suka bikin judul yang mengada-ada. Kejauhan banget. Gak percaya ya? Coba sabar sebentar dan simak ceritaku berikut ini.
Saya teringat salah satu scene dalam drama sageuk yang pernah ditayangkan di salah satu TV sawasta, judulnya Dong Yi. Haha…ketahuan suka nonton sageuk ya….! Saya menonton tidak sengaja karena ternyata putri saya suka drama korea tersebut sepulang sekolah (cuma ngeles nih kayaknya!). Ternyata seru juga alur ceritanya karena dikemas dengan gaya ala detektif-detektifan. Dari jaman saya sekolah di SMP dulu sudah suka banget dengan cerita detektif. Kalau ke perpustakaan sekolah pastilah pinjam buku cerita detektif melulu seperti Trio Detektif, Pasukan Mau Tahu, Lima Sekawan, yang ini sih sangat ringan dan tidak tegang-tegang amat deh. Nah yang cukup berat dan menegangkan waktu itu adalah buku cerita detektif karangan Agatha Christie. Tapi tetap saya lahap, gak mau berhenti sebelum tamat. Huh….ketahuan lagi kebiasaan jeleknya. Mohon jangan ditiru ya adik-adik, hehe….
Oke kita kembali lagi ke Dong Yi, salah satu cuplikan dari recap cerita yang ditulis oleh Tirza di blog Kadorama-recaps. Ada adegan yang sangat menarik dan lama mengendap dalam ingatan saya yaitu di episode 15, yang cuplikannya sebagai berikut:
Seo Yong Gi dan pasukannya berbaris menuju istana. Jang Hee Jae mendengar bahwa Dong Yi sekali lagi menyusup ke Mohwaguan. Anak buahnya lapor bahwa Dong Yi menyusup dan memeriksa kamar Kim Yun Dal. Jang Hee Jae kesal dan ia memaki Dong Yi, aku sudah bisa memperkirakan saat bertemu anak itu, anak itu pasti akan jadi penghalangku. Jang Hee Jae tanya apa yang ditemukan Dong Yi. Sukjong kaget, "Ini pesan rahasia?" Seo Yong Gi membenarkan, yang ditemukan Dong Yi ini adalah cara berkirim pesan rahasia yang biasa digunakan di barat sejak lama. Seo Yong Gi menunjukkan cara kerjanya, ia membungkus bambu dengan potongan kertas panjang itu dan menunjukkan pesan aslinya.
Sumber gambar: Kadorama-recaps
Muncul 5 karakter, Sukjong membacanya, "Sam Gol Wyol Du Bi", Sukjong mengerti dan ia mengkombinasikan ke 5 karakter itu dan muncul : Cheon Bal. (Sukjong pinter ih...) Seo Yong Gi berkata berarti ini maksudnya sebelah selatan jalan air, ada aliran sungai yang mengalir disana dan sangat cocok untuk operasi penyelundupan, dan sangat tersembunyi. Sukjong berkata, ini adalah bukti yang bisa digunakan untuk menahan Kim Yun Dal.
Nah ternyata maksud pernyataan Seo Yong Gi bahwa potongan kertas yang dimaksud dalam cuplikan drama tadi adalah cara berkirim pesan rahasia yang biasa digunakan di barat sejak lama tersebut merupakan sandi lilitan atau disebut Scytale. Menurut modul Kriptografi dari P4TK Matematika yang saya baca bahwa penggunaan sandi untuk keperluan militer telah digunakan pada abad ke-5 SM oleh orang Spartan dari Yunani. Peralatan yang digunakan berupa pita kertas atau kulit hewan yang telah dikeringkan dan semacam tongkat kecil. Pita kertas atau kulit dililitkan ke tongkat, kemudian pesan dituliskan pada lilitan kertas tersebut. Untuk membacanya kembali, penerima pesan harus melilitkan ke tongkat yang ukurannya sama. Jadi kalau ukuran tongkat pembuat Syctale berbeda dengan ukuran tongkat yang digunakan untuk membacanya, sia-sia dong. Sampai tuh tongkat tumbuh daun pun pesannya tidak akan terbaca. Lebih parahnya kalau dipentungin ke si pembawa pesannya. Ngelantur mode on.
Dalam modul Kriptografi masih banyak jenis sandi lainnya seperti sandi Polybus, Caesar, Vigenere, Affine, Digrafik Porta (Porta’s Digraphic Cipher), Pagar (Rail Fence Cipher), dan Caesar Box Ciphers. Tapi saya masih tertarik dengan Syctale, jadi sekarang akan saya share di sini hasil googling saya ya. Nah, contoh berikut saya dapatkan dari salah satu situs yang membahas tentang Syctale yaitu di http://courses.gdeyoung.com/pages/encryption/SpartanScytale.php dan ini hasilnya:
Original message
Pesan asli yang ingin disampaikan adalah:
Can you attack the left flank of the army during the second hour tomorrow. We will be able to send reinforcements by noon. How many men do you have? Do you need supplies? Send your reply to the river.
Wrapped message
Bunyi pesan asli tadi kemudian dibuat sebagai berikut:
Selanjutnya kertas yang sudah ditulis tadi dibuka dari lilitannya pada tongkat sehingga pesan asli menjadi tersembunyi:
Chond aerfoSn ro e aorynyrwcodom.eu uy m y Wehoadenautu tvrtrwse aii ?rcnlb ekglyDp olttbn yhheoy ee oot anuolsb. eel ntfceHehto oee ntwd fdo rl msiahsauvnoenpekunypr rd l.o mi ftree oens tmi ?
Jadi sekarang sudah tahu kan bahwa ada hubungannya antara sageuk dan matematika? Masih tidak percaya juga? Ya terserah Anda. ^_^
Edited from my Kompasiana
Rabu, Agustus 28, 2013
Guru Gaptek, Guru Gak Gaul
Euis KurniawatiRabu, Agustus 28, 2013Kompasiana, Ngulik, P4TKMTK, Renungan, The Ideas
Tidak ada komentar:
Judul
tulisan ini bukan bermaksud menghina para guru, namun sebagai pelecut
agar guru mau gaul dalam arti menguasai pengoperasian komputer dan cara
mengakses internet meskipun tidak sampai mahir. Saya pun bukan ahli
komputer maupun internet, namun sekedar mencari literatur dan media
pembelajaran interaktif yang begitu melimpah ruahnya di internet, bolehlah.
Selama
belasan tahun menjadi guru dan bergaul dengan teman-teman di tempat
kerja maupun dalam kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) sering
terlontar komentar dari teman-teman bahwa mereka belum mampu
mengoperasikan komputer apalagi nge-net (maksudnya main internet,
mengakses internet). Bahkan lebih parah lagi, ada yang mengaku mendadak
berkeringat dingin dan grogi kalau harus nge-net. Bagaimana kalau salah
klik dan nyelonong ke tempat-tempat serem.
Perkenalan saya dan internet bermula sekitar tahun 2003, belum terlalu lama memang. Saya suka ngoprek
handphone, maksudnya bukan dibongkar seperti teknisi namun mencoba-coba
mengubah setting ini itu dengan panduan dari tabloid handphone yang
itupun tidak sengaja saya baca. Pada waktu itu jaringan GPRS belum
mengcover daerah saya. Sudah saya oprek bolak-balik tetap gak
konek-konek. Lha jalannya belum ada gitu. Lalu tanpa sengaja di akhir
tahun 2003 saya melihat di layar handphone ada tanda GPRS (simbolnya
saya lupa kaena hp jadul), langsung deh saya ngacir ngebut
(pakai bemo tua kalau ukuran jaman sekarang) browsing internet untuk
pertama kalinya. Awalnya nyari lagu-lagu dan gambar-gambar lucu buat
putriku.
Mulai deh
teman-teman di sekolah mengetahui bahwa saya bisa nyetting hp buat
internetan. Saya mulai kebanjiran order nyetting berbagai merk hp yang
untuk ukuran waktu itu lumayan canggih. Bukan cuma nyetiting tapi juga
permintaan instal aplikasi Symbian yang kalau di counter hp lumayan
harganya. Sampai-sampai teman-teman menyarankan saya buka counter atau
toko komputer. Hahaha…..bukannya gak minat tapi gak punya modal yang
cukup. Lagipula saya melakukannya untuk hoby dan sekedar selingan saja.
Era
jejaring sosial mulai menjadi lifestyle bukan hanya bagi remaja tapi
juga orang dewasa. Makin lama kemajuan dunia IT makin cepat bahkan konon
dalam hitungan detik selalu lahir inovasi-inovasi dalm bidang IT yang
berdampak langsung terhadap kemajuan dunia pendidikan khususnya
matematika. Wah….kali ini saya harus bilang WOW. Lahirlah era diklat
online, hehe….maaf meloncat terlalu jauh. Tentu perkenalan saya dengan
komputer dan internetnya cukup menjadi modal untuk mengikuti diklat
online. Diklat online GeoGebra yang diselenggarakan oleh PPPPTK
Matematika merupakan pengalaman pertama saya, dan yang kedua (semoga ada
yang ketiga dan seterusnya) diklat online pola 15 hari yang akan
berakhir beberapa hari lagi.
Jangan tanya seru tidaknya. Seruuuuuuuu banget. Meskipun materi, forum diskusi, dan tugas berjibun banyaknya, tetap saja situs E-training PPPTK Matematika tidak pernah sepi. Teman-teman peserta luar biasa semangatnya. Wah…pokoknya kagak ade matinye kalau kata orang Betawi sih. Sayang sekali kondisi kesehatan saya kurang baik jadi tidak dapat mengikuti semua kegiatan serajin teman-teman saya lainnya.
Beberapa
materi pernah saya baca di internet namun banyak yang baru saya
ketahui. Materi dalam diklat khususnya pada sesi pemanfaatan internet
bagi pembelajaran matematika diantaranya, penyimpanan file online
seperti di Dropbox, pencarian
referensi online, pembuatan video pembelajaran menggunakan screencast
(CamStudio, Screencast-O-matic, dsb), cara mengunggah video di Youtube,
cara mengkonversi video ke format lain (misal 3GP) agar dapat
dioperasikan di handphone (yang ini saya sudah biasa sih). Dan masih buanyaaak lagi. ^_^
Nah,
sekarang kegemaran saya pada komputer dan internet lebih terarahkan
dengan baik dan tentunya lebih bermanfaat. Karena dari diklat online yang saya
ikuti banyak sekali materi pembuatan media pembelajaran interaktif yang
bisa diunggah di Youtube maupun tempat penyimpanan file online yang
dapat diunduh oleh siswa-siswa saya. jadi muridnya semakin pintar karena
gurunya rajin belajar di diklat online. Kalau kebanyakan siswa ingin disebut sebagai
anak gaul, gurunya pun mestinya tidak kalah gaul. Gaul yang positif tentunya
dengan nge-net di diklat online. Jadi guru gaptek (gagap teknologi)
harus banyak gaul dengan diklat online deh kayaknya, haha…
Edited from my Kompasiana
Selasa, Agustus 27, 2013
Ibu Noname Inspiratorku
Euis KurniawatiSelasa, Agustus 27, 2013Chicken Shoup for The Soul, Kompasiana, P4TKMTK, Renungan, The Ideas
Tidak ada komentar:
Perawakannya
kecil ramping, usianya sekitar 40 tahun. Sorot matanya menyiratkan
ketegasan dan sekaligus kepedihan dalam hidupnya. Itulah kesan pertama
yang dapat kutangkap dari penampilan ibu kost, sebut saja namanya Ibu
Noname. Beliau seorang guru IPA di sebuah SMP di kabupaten Subang.
Sejak
saya diterima di SMA terpavorit di Subang yang berjarak sekitar 35 km
dari tempat tinggalku, sejak itu pula saya harus kost kalau tidak mau
terlambat masuk sekolah dan harus menerima kenyataan jika Satpam di
pintu gerbang – dengan suka cita – tidak memperbolehkan masuk dan
menyuruh siswa yang terlambat untuk pulang kembali.
Saat
saya duduk di kelas 1 SMA (sekarang disebut kelas X) dua kali pindah
kost dan di kelas 2 saya pindah lagi ke tempat kost milik ibu Noname.
Dari infromasi lebih tepatnya kasak-kusuk beberapa teman yang lebih dulu
ngekost saya mengetahui bahwa ibu Noname memiliki dua orang anak
laki-laki, sedangkan suaminya (sebut saja Bapak Noname) memiliki seorang
istri lagi selain ibu Noname. Jadi ibu Noname merupakan istri pertama
dari Bapak Noname.
Semakin
lama saya tinggal di tempat kost semakin mengenal pribadi ibu Noname.
Menurut pengamatan saya yang masih remaja pada waktu itu beliau adalah
orang yang rajin dan pandai mengurus urusan rumah tangga namun agak
sedikit bawel yang saya pikir wajar karena kebanyakan ibu-ibu yang saya
kenal juga cukup bawel. Hubungan kami cukup akrab dan kami mempunyai
kegemaran yang sama yaitu nonton acara televisi “Friday the 13th”.
Jika acara tersebut akan diputar beliau selalu berteriak memanggil saya
dari balik dinding kamar yang berbatasan langsung dengan ruang
keluarga. Beliau banyak bercerita mengenai putranya yang calon dokter
dan putra bungsunya yang waktu itu masih sekolah di SMP, juga
sekali-kali membicarakan suaminya yang lebih sering berada di tempat
istri mudanya.
Suatu
hari ketika saya, teman sekamar saya, dan ibu Noname berbincang-bincang
di halaman rumah, beliau memberi nasihat kepada kami.
“Kalian
sedikit banyak sudah tahu seperti apa kehidupan rumah tangga Ibu. Sulit
rasanya untuk melanjutkan hidup saat suami berpaling ke perempuan
lain.”
“Oh…eh…
Iya Bu. Tapi saya perhatikan Ibu sangat tabah menjalaninya. Bahkan
menurut saya ibu sangat berhasil sebagai ibu rumah tangga dan juga
sebagai guru”, saya mencoba mengutarakan pendapat saya terhadap beliau.
“Itu
tak lain karena ibu seorang guru, orang yang seharusnya digugu dan
ditiru. Ingatan akan hal tersebut yang menguatkan ibu untuk bertahan dan
menunjukkan pada suami dan istri mudanya bahwa ibu tak kan semudah itu
jatuh tenggelam dalam kesedihan dan kekecewaan.”
Saya dan teman sekamar saya hanya terdiam meresapi kata-kata beliau.
“Kalian
harus tahu bahwa seorang perempuan harus punya pendidikan yang tinggi
dan pekerjaan sendiri, agar saat menghadapi kenyataan hidup yang tidak
terbayangkan, contohnya kehidupan rumah tangga ibu, kalian bisa mandiri
dan tidak bergantung sepenuhnya pada suami. Karena kalian tidak pernah
tahu masa depan seperti apa yang akan kalian hadapi, karena itu teruslah
belajar dengan tekun dan semangat. Raihlah cita-cita kalian, apapun
itu. Jadilah perempuan yang kuat dan pantang menyerah.”
Pada
saat itu kami berdua manggut-manggut tanpa mengerti sepenuhnya terhadap
nasihat yang beliau sampaikan. Namun saya memahami nasihat beliau agar
saya rajin belajar dan kesadaran saya yang tergugah agar menjadi
perempuan yang mandiri dan kuat.
Kedua
hal tersebut yang menjadi bekal sepanjang perjalanan menuntut ilmu dan
ketika beberapa teman perempuan sejawat saya mengalami goncangan dalam
rumah tangganya saya selalu teringat nasihat tersebut namun dengan
penafsiran yang baru. Bukan pekerjaan atau gelar yang membuat mereka
kuat menghadapi kerikil-kerikil tajam dalam hidup berumahtangga, namun
pola pikir dan interaksi dengan teman atau sahabat di tempat kerja
membuat mereka lebih terbuka dan menggugah keinginan untuk berbagi dan
mencari solusi yang baik bagi permasalahan yang dihadapi.
Kini
ibu Noname telah pergi menghadap Rabb pemilik jiwa raganya, namun nama
beliau dan nasihat beliau akan selalu saya kenang. Selamat jalan ibu
Noname, ibu kostku ……. inspiratorku.
Selasa, Januari 01, 2013
Angry Bird
Euis KurniawatiSelasa, Januari 01, 2013Download, Evaluasi Pembelajaran, GeoGebra, Ngulik, P4TKMTK
Tidak ada komentar:
Salah satu kegiatan yang sangat menarik dan menantang dalam Bimtek Online GeoGebra Angkatan 3 adalah membuat pemodelan lintasan tembakan Angry Bird untuk menjatuhkan si Bad Piggys. Berikut hasil screenshoot dan videonya. Hasilnya masih sederhana sih tapi tetap bangga. Aiiiissshhhh.....narsisnya.
Screenshot Pemodelan Lintasan Angry Bird
Video Pemodelan Lintasan Angry Bird














