Sebuah blog pembelajaran

*

The conversion rate of information into knowledge grows in proportion to the involvement of the learner.

**

The Importance of Communication in E-Learning course

***

How Digital Learning Technology will Change in The Next Decades

****

Learning technology in teaching. High Tech Science or Good Craft?

*****

Learning Culture

******

5 Fiture Trends of Learning and Development

Tampilkan postingan dengan label Ngulik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngulik. Tampilkan semua postingan

Kamis, September 05, 2019

Riview (2) Konten Rumahbelajar.id



Judul Konten : Kisah Tiga Saudaram Cerita Rakyat SUmatra Barat
Penerbit Konten : Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemdikbud
Bahasa Konten : Bahasa Indonesia


Penulis : S. Metron Masdison
Penyunting : Imron Hadi dan Joni Syahputra
Desain Sampul dan Illustrator : Gilang
Penerbit : Balai Bahasa Sumatra Barat
Tahun Terbit : 2017
Jumlah Halaman : 42
ISBN : 978-602-51224-4-6
Link Konten : http://gg.gg/Kisah_3_Saudara
Link Video Riview : https://youtu.be/RC3luflnnLU



Diriview oleh : Euis Kurniawati, M.Pd. (Guru SMPN 1 Tambakdahan, peserta Diklat VCT Batch 5 Jabar 101.4F)

Metode riview: 5W-1H

What: Buku Kisah Tiga Saudara merupakan kumpulan cerita rakyat hasil sayembara penulisan cerita rakyat sebagai bahan literasi yang diadakan oleh Balai Bahasa Sumatra Barat dari bulan Januari sampai April 2017. Di dalam buku ini terdapat tiga cerita dari penulis yang berbeda yaitu Kisah Tiga Saudara, Petualangan Trio A Nano, dan Si Bujang Lenguang. Ketiga cerita tersebut disajikan dalam bahasa Indonesia sehingga dapat dinikmati oleh kalangan luas, terutama oleh anak=anak dan remaja di seluruh Indonesia.
Where: Sumatra Barat
When: Jaman Kerajaan Pagaruyung
Why: adanya fitnah jahat dari Rajo Angkek Garang yang menyebabkan tiga putra Tuanku Rajo Tuo harus menjalani hidup di hutan agar terhindar dari upaya pembunuhan.
Who: Bonsu Pinang Sibaribuik, Murai Batu, Rondok Didin, Gaek Gunuang Selasiah, Dua Dubalang, Tuanku Rajo Tuo, Rajo Angkek Garang.
How: keberanian, sifat pantang menyerah, dan selalu optimis, menjadi bekal utama bagi tiga saudara dalam menghadapi segala rintangan yang mereka hadapi.

Riview Lengkap:

Buku Kisah Tiga Saudara merupakan kumpulan cerita rakyat hasil sayembara penulisan cerita rakyat sebagai bahan literasi yang diadakan oleh Balai Bahasa Sumatra Barat dari bulan Januari sampai April 2017. Di dalam buku ini terdapat tiga cerita dari penulis yang berbeda yaitu Kisah Tiga Saudara, Petualangan Trio A Nano, dan Si Bujang Lenguang. Ketiga cerita tersebut disajikan dalam bahasa Indonesia sehingga dapat dinikmati oleh kalangan luas, terutama oleh anak=anak dan remaja di seluruh Indonesia.

Cerita rakyat yang akan diriview adalah Kisah Tiga Saudara yang juga menjadi judul buku. Latar kejadian pada jaman Kerajaan Pagaruyung, dan tokoh utamanya adalah tiga putra raja yaitu Rondok Didin, Murai Batu, dan si bungsu Bonsu Pinang Sibaribuik. Ayah mereka yaitu Tuanku Rajo Tuo difitnah Rajo Angkek Garang, kepala penyamun di daerah pesisir. Rajo Angkek menyebarkan penyakit yang hanya dapat diobati oleh darah tiga putra Tuanku Rajo Tuo. Dengan pertolongan dua Dubalang, ketiga putra raja tersebut dapat terlepas dari pembunuhan. Namun, ketiganya harus bersembunyi di dalam rimba yang ternyata dikuasai oleh kakek Gaek Gunuang Selasiah. Kakek Gaek pula yang menempa ketiga orang bersaudara menjadi pemuda-pemuda yang tangguh dan tidak mudah berputus asa dalam menghadapi segala rintangan. 

Di akhir kisah, ketiganya berpisah dan menjalani takdirnya masing-masing sesuai bagian ayam keramat yang mereka makan. Rondok menjadi raja di Palinggan Jati, Murai menjadi Hulubalang di Kerajaan Aceh, sedangkan Bonsu harus menjalani perjalanan hidup yang berliku. Sempat menjalani hidup sebagai budak di Malaka dan dijual kepada bajak laut tidak membuat Bonsu menyerah pada keadaan. Setelah berhasil membebaskan diri, ia kembali ke Pagaruyung. Bersama kedua kakaknya, Bonsu berhasil menumpas Rajo Angkek Garang.

Bonsu berbeda dari kedua kakaknya, walaupun berkali-kali diminta untuk menjadi raja Pagaruyung, ia menolak karena merasa belum mampu menjadi raja yang adil. Usai menghalau kekuasaan Portugis di tanah Pagaruyung, Bonsu memilih tinggal di Gunung Selasih, tempat kakek Gaek mengenalkannya pada alam. Bonsu, pengganti kakek Gaek yang telah meninggal, akhirnya menjadi raja. Sang Raja bagi seluruh penghuni hutan
Share:

Riview (1) Konten Rumahbelajar.id


Riview Konten Rumah Belajar : Video Iklan Layanan Masyarakat, Membawa Benda Cagar Budaya ke Luar Negeri
Pembuat konten video : Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Bahasa Konten : Bahasa Indonesia dan Inggris
Durasi konten video : 44 detik
Link Konten: http://gg.gg/Membawa_Cagar-Budaya
Link Video Riview:  https://youtu.be/GmXo39VjkOY

Reviewer : Euis Kurniawati, M.Pd. Peserta VCT Batch 5 Jabar Grup 101.4F
Guru SMPN 1 Tambakdahan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.



Review menggunakan metode AIH.
A = Alasan memilih konten (video) tersebut untuk di review. 
I = Isi dari video tersebut mengenai apa. 
H = Hikmah yang terkandung dari video termasuk kekurangannya jika ada, ditambahkan sebagai bahan masukan.

Alasan mengapa saya memilih konten berupa video teks berisi Iklan Layanan Masyarakat tentang Tata Cara Membawa Benda Cagar Budaya ke Luar Negeri, diantaranya karena tampilan dan isi dari video sangat menarik untuk ditonton dan disimak. Teks dalam video disajikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang singkat namun mudah dipahami maksudnya. Selain itu, hasil riview konten berupa video di Rumah Belajar masih sedikit jumlahnya.

Isi dari video iklan layanan masyarakat atau public service announcement menjelaskan tentang tata cara yang baik dan benar dalam hal membawa benda Cagar Budaya. Ada 3 hal penting yang harus diperhatikan yaitu mengenai pengertian dari Cagar budaya, jenis Cagar Budaya yang dilarang untuk dibawa ke luar wilayah Indonesia, dan sanksi bagi orang yang membawa Cagar Budaya tanpa izin.

Adapun pengertian dari Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudayaan melalui proses penetapan.

Cagar budaya yang dilarang untuk dibawa ke luar wilayah Indonesia baik melalui jalur darat, laut maupun udara, diantaranya benda-benda berupa fosil tengkorak, etnografi, keris, keramik, dan arca.


Selanjutnya sanksi Berdasarkan Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, sanksi berat bagi pembawa benda cagar budaya keluar dari wilayah Indonesia tanpa izin berupa hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda berupa uang maksimal 1,5 milyar rupiah.


Hikmah yang dapat diambil yaitu benda cagar budaya merupakan warisan budaya yang harus kita jaga agar tidak dibawa dan dimiliki oleh negara lain, karena itu setiap tindakan membawa benda cagar budaya secara ilegal merupakan suatu tindakan melanggar hukum. Untuk itu alangkah lebih baik jika di dalam tayangan video disertakan nomor pengaduan yang dapat digunakan oleh masyarakat agar dapat segera menginformasikan atau melaporkan kepada pihak yang berwenang apabila melihat atau mengetahui informasi benda Cagar Budaya yang disalahgunakan atau dibawa keluar wilayah Indonesia tanpa izin.
Share:

Minggu, September 01, 2019

Cisco Webex Meeting Room


Menggunakan Cisco Webex sebagai media belajar sudah saya kenal sejak tahun 2016. Pada saat itu saya baru pertama kali mengikuti diklat online yang diselenggarakan oleh SEAMEO SEAMOLEC yang sebagian pelatihannya menggunakan moda daring menggunakan Webex Meeting Room.

Karena saalah astu tugas dari pelatihan VCT Batch 5 Jabar 101.4F adalah harus mengupload video latihan menggunakan Webex maka berikut ini sesi latihan yang telah saya rekam dan upload di Youtube.


Pada video tersebut saya paparkan sedikit mengenai cara melakukan video conference menggunakan Cisco Webex.
1. Mengundang peserta untuk join di meeting room menggunakan link invite via email.
2. Menggunakan fitur Share Screen dan Share Content.
4. Melakukan Recording
5. Mengubah peran peserta meeting menjadi Presenter, dan Host.

Sebetulnya masih banyak fitur Webex yang dapat digunakan selain dari yang telah diuraikan. Tinggal dieksplorasi dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Share:

Rabu, Mei 20, 2015

Video Animasi: Flowers Problem

Video ini dibuat 31 Januari 2015 lalu. Pengalaman yang seru karena harus berkali-kali cropping body dan face puppet. Puppetnya diriku sendiri dan orang-orang tercintaku yaitu putriku dan suami. Haha.... Senang saja melihat video animasi buatanku sendiri. Meski masih sederhana tapi berkesan. Terima kasih Pak Sukani dengan DOGMITnya.


Share:

Selasa, Mei 19, 2015

Video: Refleksi Bangun Datar menggunakan Geogebra

Lagi dan lagi, hasil berkutat mengerjakan tugas diklat online. Semoga bermanfaat.


Share:

Rabu, Januari 28, 2015

Selasa, Januari 27, 2015

Video: Animasi DOGMIT Ghost

Coba-coba oprek sana-sini, bikin yang sederhana dulu deh :)


Share:

Selasa, Juni 24, 2014

Video Panduan Geogebra: Jaring-jaring Kubus

Berbagi oleh-oleh hasil diklat online, semoga bermanfaat.


Share:

Minggu, September 15, 2013

Sageuk dan Matematika

Please deh, jangan suka bikin judul yang mengada-ada. Kejauhan banget. Gak percaya ya? Coba sabar sebentar dan simak ceritaku berikut ini.
Saya teringat salah satu scene dalam drama sageuk yang pernah ditayangkan di salah satu TV sawasta, judulnya Dong Yi. Haha…ketahuan suka nonton sageuk ya….! Saya menonton tidak sengaja karena ternyata putri saya suka drama korea tersebut sepulang sekolah (cuma ngeles nih kayaknya!). Ternyata seru juga alur ceritanya karena dikemas dengan gaya ala detektif-detektifan. Dari jaman saya sekolah di SMP dulu sudah suka banget dengan cerita detektif. Kalau ke perpustakaan sekolah pastilah pinjam buku cerita detektif melulu seperti Trio Detektif, Pasukan Mau Tahu, Lima Sekawan, yang ini sih sangat ringan dan tidak tegang-tegang amat deh. Nah yang cukup berat dan menegangkan waktu itu adalah buku cerita detektif karangan Agatha Christie. Tapi tetap saya lahap, gak mau berhenti sebelum tamat. Huh….ketahuan lagi kebiasaan jeleknya. Mohon jangan ditiru ya adik-adik, hehe….
Oke kita kembali lagi ke Dong Yi, salah satu cuplikan dari recap cerita yang ditulis oleh Tirza di blog Kadorama-recaps. Ada adegan yang sangat menarik dan lama mengendap dalam ingatan saya yaitu di episode 15, yang cuplikannya sebagai berikut:
Seo Yong Gi dan pasukannya berbaris menuju istana. Jang Hee Jae mendengar bahwa Dong Yi sekali lagi menyusup ke Mohwaguan. Anak buahnya lapor bahwa Dong Yi menyusup dan memeriksa kamar Kim Yun Dal. Jang Hee Jae kesal dan ia memaki Dong Yi, aku sudah bisa memperkirakan saat bertemu anak itu, anak itu pasti akan jadi penghalangku. Jang Hee Jae tanya apa yang ditemukan Dong Yi. Sukjong kaget, "Ini pesan rahasia?" Seo Yong Gi membenarkan, yang ditemukan Dong Yi ini adalah cara berkirim pesan rahasia yang biasa digunakan di barat sejak lama. Seo Yong Gi menunjukkan cara kerjanya, ia membungkus bambu dengan potongan kertas panjang itu dan menunjukkan pesan aslinya.
Sumber gambar: Kadorama-recaps
Muncul 5 karakter, Sukjong membacanya, "Sam Gol Wyol Du Bi", Sukjong mengerti dan ia mengkombinasikan ke 5 karakter itu dan muncul : Cheon Bal. (Sukjong pinter ih...) Seo Yong Gi berkata berarti ini maksudnya sebelah selatan jalan air, ada aliran sungai yang mengalir disana dan sangat cocok untuk operasi penyelundupan, dan sangat tersembunyi. Sukjong berkata, ini adalah bukti yang bisa digunakan untuk menahan Kim Yun Dal.
Nah ternyata maksud pernyataan Seo Yong Gi bahwa potongan kertas yang dimaksud dalam cuplikan drama tadi adalah cara berkirim pesan rahasia yang biasa digunakan di barat sejak lama tersebut merupakan sandi lilitan atau disebut Scytale. Menurut modul Kriptografi dari P4TK Matematika yang saya baca  bahwa penggunaan sandi untuk keperluan militer telah digunakan pada abad ke-5 SM oleh orang Spartan dari Yunani. Peralatan yang digunakan berupa pita kertas atau kulit hewan yang telah dikeringkan dan semacam tongkat kecil. Pita kertas atau kulit dililitkan ke tongkat, kemudian pesan dituliskan pada lilitan kertas tersebut. Untuk membacanya kembali, penerima pesan harus melilitkan ke tongkat yang ukurannya sama. Jadi kalau ukuran tongkat pembuat Syctale berbeda dengan ukuran tongkat yang digunakan untuk membacanya, sia-sia dong. Sampai tuh tongkat tumbuh daun pun pesannya tidak akan terbaca. Lebih parahnya kalau dipentungin ke si pembawa pesannya. Ngelantur mode on.
 
Dalam modul Kriptografi masih banyak jenis sandi lainnya seperti sandi Polybus, Caesar, Vigenere, Affine, Digrafik Porta (Porta’s Digraphic Cipher), Pagar (Rail Fence Cipher), dan Caesar Box Ciphers. Tapi saya masih tertarik dengan Syctale, jadi sekarang akan saya share di sini hasil googling saya ya. Nah, contoh berikut saya dapatkan dari salah satu situs yang membahas tentang Syctale yaitu di http://courses.gdeyoung.com/pages/encryption/SpartanScytale.php dan ini hasilnya:

Original message
Pesan asli yang ingin disampaikan adalah:
Can you attack the left flank of the army during the second hour tomorrow. We will be able to send reinforcements by noon. How many men do you have? Do you need supplies? Send your reply to the river.

Wrapped message
Bunyi pesan asli tadi kemudian dibuat sebagai berikut:
Wrapped message ditulis pada kertas yang telah dililitkan, persis seperti cara yang diperlihatkan dalam drama Dong Yi tadi.

Encoded message
Selanjutnya kertas yang sudah ditulis tadi dibuka dari lilitannya pada tongkat sehingga pesan asli menjadi tersembunyi:
Chond aerfoSn ro e aorynyrwcodom.eu uy m y Wehoadenautu tvrtrwse aii ?rcnlb ekglyDp olttbn yhheoy ee oot anuolsb. eel ntfceHehto oee ntwd fdo rl msiahsauvnoenpekunypr rd l.o mi ftree oens tmi ? 


Jadi sekarang sudah tahu kan bahwa ada hubungannya antara sageuk dan matematika? Masih tidak percaya juga? Ya terserah Anda. ^_^

Edited from my Kompasiana
Share:

Rabu, Agustus 28, 2013

Guru Gaptek, Guru Gak Gaul

Judul tulisan ini bukan bermaksud menghina para guru, namun sebagai pelecut agar guru mau gaul dalam arti menguasai pengoperasian komputer dan cara mengakses internet meskipun tidak sampai mahir. Saya pun bukan ahli komputer maupun internet, namun sekedar mencari literatur dan media pembelajaran interaktif yang begitu melimpah ruahnya di internet, bolehlah.
Selama belasan tahun menjadi guru dan bergaul dengan teman-teman di tempat kerja maupun dalam kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) sering terlontar komentar dari teman-teman bahwa mereka belum mampu mengoperasikan komputer apalagi nge-net (maksudnya main internet, mengakses internet). Bahkan lebih parah lagi, ada yang mengaku mendadak berkeringat dingin dan grogi kalau harus nge-net. Bagaimana kalau salah klik dan nyelonong ke tempat-tempat serem.
Perkenalan saya dan internet bermula sekitar tahun 2003, belum terlalu lama memang. Saya suka ngoprek handphone, maksudnya bukan dibongkar seperti teknisi namun mencoba-coba mengubah setting ini itu dengan panduan dari tabloid handphone yang itupun tidak sengaja saya baca. Pada waktu itu jaringan GPRS belum mengcover daerah saya. Sudah saya oprek bolak-balik tetap gak konek-konek. Lha jalannya belum ada gitu. Lalu tanpa sengaja di akhir tahun 2003 saya melihat di layar handphone ada tanda GPRS (simbolnya saya lupa kaena hp jadul), langsung deh saya ngacir ngebut (pakai bemo tua kalau ukuran jaman sekarang) browsing internet untuk pertama kalinya. Awalnya nyari lagu-lagu dan gambar-gambar lucu buat putriku.
Mulai deh teman-teman di sekolah mengetahui bahwa saya bisa nyetting hp buat internetan. Saya mulai kebanjiran order nyetting berbagai merk hp yang untuk ukuran waktu itu lumayan canggih. Bukan cuma nyetiting tapi juga permintaan instal aplikasi Symbian yang kalau di counter hp lumayan harganya. Sampai-sampai teman-teman menyarankan saya buka counter atau toko komputer. Hahaha…..bukannya gak minat tapi gak punya modal yang cukup. Lagipula saya melakukannya untuk hoby dan sekedar selingan saja.
Era jejaring sosial mulai menjadi lifestyle bukan hanya bagi remaja tapi juga orang dewasa. Makin lama kemajuan dunia IT makin cepat bahkan konon dalam hitungan detik selalu lahir inovasi-inovasi dalm bidang IT yang berdampak langsung terhadap kemajuan dunia pendidikan khususnya matematika. Wah….kali ini saya harus bilang WOW. Lahirlah era diklat online, hehe….maaf meloncat terlalu jauh. Tentu perkenalan saya dengan komputer dan internetnya cukup menjadi modal untuk mengikuti diklat online. Diklat online GeoGebra yang diselenggarakan oleh PPPPTK Matematika merupakan pengalaman pertama saya, dan yang kedua (semoga ada yang ketiga dan seterusnya) diklat online pola 15 hari yang akan berakhir beberapa hari lagi.
Jangan tanya seru tidaknya. Seruuuuuuuu banget. Meskipun materi, forum diskusi, dan tugas berjibun banyaknya, tetap saja situs E-training PPPTK Matematika tidak pernah sepi. Teman-teman peserta luar biasa semangatnya. Wah…pokoknya kagak ade matinye kalau kata orang Betawi sih. Sayang sekali kondisi kesehatan saya kurang baik jadi tidak dapat mengikuti semua kegiatan serajin teman-teman saya lainnya.
Beberapa materi pernah saya baca di internet namun banyak yang baru saya ketahui. Materi dalam diklat khususnya pada sesi pemanfaatan internet bagi pembelajaran matematika diantaranya, penyimpanan file online seperti di Dropbox, pencarian referensi online, pembuatan video pembelajaran menggunakan screencast (CamStudio, Screencast-O-matic, dsb), cara mengunggah video di Youtube, cara mengkonversi video ke format lain (misal 3GP) agar dapat dioperasikan di handphone (yang ini saya sudah biasa sih). Dan masih buanyaaak lagi. ^_^
Nah, sekarang kegemaran saya pada komputer dan internet lebih terarahkan dengan baik dan tentunya lebih bermanfaat. Karena dari diklat online yang saya ikuti banyak sekali materi pembuatan media pembelajaran interaktif yang bisa diunggah di Youtube maupun tempat penyimpanan file online yang dapat diunduh oleh siswa-siswa saya. jadi muridnya semakin pintar karena gurunya rajin belajar di diklat online. Kalau kebanyakan siswa  ingin disebut sebagai anak gaul, gurunya pun mestinya tidak kalah gaul. Gaul yang positif tentunya dengan nge-net di diklat online. Jadi guru gaptek (gagap teknologi) harus banyak gaul dengan diklat online deh kayaknya, haha…

Edited from my Kompasiana
Share:

Selasa, Januari 01, 2013

Angry Bird

Salah satu kegiatan yang sangat menarik dan menantang dalam Bimtek Online GeoGebra Angkatan 3 adalah membuat pemodelan lintasan tembakan Angry Bird untuk menjatuhkan si Bad Piggys. Berikut hasil screenshoot dan videonya. Hasilnya masih sederhana sih tapi tetap bangga. Aiiiissshhhh.....narsisnya.

Screenshot Pemodelan Lintasan Angry Bird


Video Pemodelan Lintasan Angry Bird


Share:

Senin, Desember 31, 2012

Bimtek GeoGebra 3

Alhamdulillah....di penghujung tahun 2012 saya masih diberi kesempatan untuk mengikuti beberapa kegiatan yang sangat bermanfaat untuk pengembangan diri sebagai seorang guru yang senantiasa penting untuk terus belajar. 

Awal Desember saya mengikuti Diklat PTK yang diselenggarakan oleh PPPPTK Matematika, dan di akhir bulan Desember saya
Share:

Senin, Juli 19, 2010

Asal Tempel

Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan kemirisan hati saya saat pertama melihat Buku Pembelajaran Matematika Kelas VIII terbitan salah satu penerbit dari Jawa Tengah. Pun bagi teman seprofesi saya (Pak Guruh) yang menjadi guru model pada gambar/foto yang tertera di halaman 13 pada buku
Share:

Translate

Twitter