Sebuah blog pembelajaran

*

The conversion rate of information into knowledge grows in proportion to the involvement of the learner.

**

The Importance of Communication in E-Learning course

***

How Digital Learning Technology will Change in The Next Decades

****

Learning technology in teaching. High Tech Science or Good Craft?

*****

Learning Culture

******

5 Fiture Trends of Learning and Development

Tampilkan postingan dengan label Strategi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Strategi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Rabu, Mei 20, 2015

Video Animasi: Flowers Problem

Video ini dibuat 31 Januari 2015 lalu. Pengalaman yang seru karena harus berkali-kali cropping body dan face puppet. Puppetnya diriku sendiri dan orang-orang tercintaku yaitu putriku dan suami. Haha.... Senang saja melihat video animasi buatanku sendiri. Meski masih sederhana tapi berkesan. Terima kasih Pak Sukani dengan DOGMITnya.


Share:

Selasa, Mei 19, 2015

Video: Refleksi Bangun Datar menggunakan Geogebra

Lagi dan lagi, hasil berkutat mengerjakan tugas diklat online. Semoga bermanfaat.


Share:

Senin, Februari 02, 2015

Pertanyaan Efektif dalam Pembelajaran Matematika


Einstein pernah berkata bahwa: "Hal terpenting adalah jangan berhenti bertanya. Ketertarikan atau rasa ingin tahu memiliki alasannya sendiri untuk hadir." Pepatah Einstein tersebut telah menginspirasi dunia pendidikan dengan sebuah kesadaran mengenai pentingnya peran aktivitas bertanya dalam proses pembelajaran. Pertanyaan dari seorang siswa dapat berupa ketertarikan yang berasal dari rasa ingin tahu terhadap apa yang akan dan/atau sedang dipelajarinya. Lebih jauh dari itu, pertanyaan siswa yang dapat difasilitasi dengan baik oleh guru dapat membuka jalan belajar siswa, akan menumbuhkan motivasi belajar yang tinggi yang selama ini digadang-gadangkan sebagai modal awal bagi suksesnya ketercapaian tujuan pembelajaran.

Bagaimana cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk memfasilitasi pertanyaan siswa agar menjadi pembuka jalan bagi siswa untuk ...

Baca Selengkapnya Disini

"Artikel ini adalah bagian dari tugas Diklat Online P4TK Matematika".

Nama              : Euis Kurniawati, M.Pd.
No. Urut         : 36

Share:

Rabu, Januari 28, 2015

Minggu, September 07, 2014

Tugas Matematika: Bangun Ruang Sisi Datar

Perlu diketahui bahwa Ibu akan mengikuti diklat di luar kota selama 10 hari (7 s.d. 16 September 2014), karena itu Ibu akan memberikan materi, penugasan kerja kelompok, kuis, dan soal latihan untuk kalian melalui blog ini. 

Mohon kalian ikuti aturan yang ditetapkan berikut ini:
1. Download materi mengenai Tugas Proyek Tugu, klik DISINI atau saksikan video berikut:




2. Tugas kelompok telah dijelaskan dalam video tersebut (no.1).
3. Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat didownload DISINI
4. Kuis dapat didownload DISINI
5. Soal Evaluasi Tugas Proyek Tugu dapat didownload DISINI


Catatan:
  1. Tugas kelompok dapat berupa foto atau video menggunakan handphone, atau alat perekam video lainnya.
  2. Hasil rekaman video dan LKS yang telah dikerjakan dikirim ke email ibu yaitu euistambakdahan@gmail.com.
  3. Untuk dapat mengikuti Kuis dan Soal Evaluasi, kalian diwajibkan untuk mengisi nama dan alamat email yang masih aktif. Nilai Kuis dan Evaluasi akan dikirim via email yang kalian masukkan pada saat mengerjakan soal Kuis dan soal Evaluasi.
  4. Batas pengerjaan tugas kelompok, LKS, Kuis, dan Evaluasi adalah tanggal 16 September 2014 pukul 22.00 WIB.
  5. Pertanyaan seputar tugas ini silahkan tuliskan dalam "Komentar" setelah portingan ini.
Posted by: Euis Kurniawati, M.Pd.

Share:

Senin, September 01, 2014

Video Jaring-jaring Kubus

 Silahkan simak video berikut:
 

Download video tersebut DISINI

Silahkan berikan komentar untuk video tersebut.


Share:

Minggu, September 15, 2013

Sageuk dan Matematika

Please deh, jangan suka bikin judul yang mengada-ada. Kejauhan banget. Gak percaya ya? Coba sabar sebentar dan simak ceritaku berikut ini.
Saya teringat salah satu scene dalam drama sageuk yang pernah ditayangkan di salah satu TV sawasta, judulnya Dong Yi. Haha…ketahuan suka nonton sageuk ya….! Saya menonton tidak sengaja karena ternyata putri saya suka drama korea tersebut sepulang sekolah (cuma ngeles nih kayaknya!). Ternyata seru juga alur ceritanya karena dikemas dengan gaya ala detektif-detektifan. Dari jaman saya sekolah di SMP dulu sudah suka banget dengan cerita detektif. Kalau ke perpustakaan sekolah pastilah pinjam buku cerita detektif melulu seperti Trio Detektif, Pasukan Mau Tahu, Lima Sekawan, yang ini sih sangat ringan dan tidak tegang-tegang amat deh. Nah yang cukup berat dan menegangkan waktu itu adalah buku cerita detektif karangan Agatha Christie. Tapi tetap saya lahap, gak mau berhenti sebelum tamat. Huh….ketahuan lagi kebiasaan jeleknya. Mohon jangan ditiru ya adik-adik, hehe….
Oke kita kembali lagi ke Dong Yi, salah satu cuplikan dari recap cerita yang ditulis oleh Tirza di blog Kadorama-recaps. Ada adegan yang sangat menarik dan lama mengendap dalam ingatan saya yaitu di episode 15, yang cuplikannya sebagai berikut:
Seo Yong Gi dan pasukannya berbaris menuju istana. Jang Hee Jae mendengar bahwa Dong Yi sekali lagi menyusup ke Mohwaguan. Anak buahnya lapor bahwa Dong Yi menyusup dan memeriksa kamar Kim Yun Dal. Jang Hee Jae kesal dan ia memaki Dong Yi, aku sudah bisa memperkirakan saat bertemu anak itu, anak itu pasti akan jadi penghalangku. Jang Hee Jae tanya apa yang ditemukan Dong Yi. Sukjong kaget, "Ini pesan rahasia?" Seo Yong Gi membenarkan, yang ditemukan Dong Yi ini adalah cara berkirim pesan rahasia yang biasa digunakan di barat sejak lama. Seo Yong Gi menunjukkan cara kerjanya, ia membungkus bambu dengan potongan kertas panjang itu dan menunjukkan pesan aslinya.
Sumber gambar: Kadorama-recaps
Muncul 5 karakter, Sukjong membacanya, "Sam Gol Wyol Du Bi", Sukjong mengerti dan ia mengkombinasikan ke 5 karakter itu dan muncul : Cheon Bal. (Sukjong pinter ih...) Seo Yong Gi berkata berarti ini maksudnya sebelah selatan jalan air, ada aliran sungai yang mengalir disana dan sangat cocok untuk operasi penyelundupan, dan sangat tersembunyi. Sukjong berkata, ini adalah bukti yang bisa digunakan untuk menahan Kim Yun Dal.
Nah ternyata maksud pernyataan Seo Yong Gi bahwa potongan kertas yang dimaksud dalam cuplikan drama tadi adalah cara berkirim pesan rahasia yang biasa digunakan di barat sejak lama tersebut merupakan sandi lilitan atau disebut Scytale. Menurut modul Kriptografi dari P4TK Matematika yang saya baca  bahwa penggunaan sandi untuk keperluan militer telah digunakan pada abad ke-5 SM oleh orang Spartan dari Yunani. Peralatan yang digunakan berupa pita kertas atau kulit hewan yang telah dikeringkan dan semacam tongkat kecil. Pita kertas atau kulit dililitkan ke tongkat, kemudian pesan dituliskan pada lilitan kertas tersebut. Untuk membacanya kembali, penerima pesan harus melilitkan ke tongkat yang ukurannya sama. Jadi kalau ukuran tongkat pembuat Syctale berbeda dengan ukuran tongkat yang digunakan untuk membacanya, sia-sia dong. Sampai tuh tongkat tumbuh daun pun pesannya tidak akan terbaca. Lebih parahnya kalau dipentungin ke si pembawa pesannya. Ngelantur mode on.
 
Dalam modul Kriptografi masih banyak jenis sandi lainnya seperti sandi Polybus, Caesar, Vigenere, Affine, Digrafik Porta (Porta’s Digraphic Cipher), Pagar (Rail Fence Cipher), dan Caesar Box Ciphers. Tapi saya masih tertarik dengan Syctale, jadi sekarang akan saya share di sini hasil googling saya ya. Nah, contoh berikut saya dapatkan dari salah satu situs yang membahas tentang Syctale yaitu di http://courses.gdeyoung.com/pages/encryption/SpartanScytale.php dan ini hasilnya:

Original message
Pesan asli yang ingin disampaikan adalah:
Can you attack the left flank of the army during the second hour tomorrow. We will be able to send reinforcements by noon. How many men do you have? Do you need supplies? Send your reply to the river.

Wrapped message
Bunyi pesan asli tadi kemudian dibuat sebagai berikut:
Wrapped message ditulis pada kertas yang telah dililitkan, persis seperti cara yang diperlihatkan dalam drama Dong Yi tadi.

Encoded message
Selanjutnya kertas yang sudah ditulis tadi dibuka dari lilitannya pada tongkat sehingga pesan asli menjadi tersembunyi:
Chond aerfoSn ro e aorynyrwcodom.eu uy m y Wehoadenautu tvrtrwse aii ?rcnlb ekglyDp olttbn yhheoy ee oot anuolsb. eel ntfceHehto oee ntwd fdo rl msiahsauvnoenpekunypr rd l.o mi ftree oens tmi ? 


Jadi sekarang sudah tahu kan bahwa ada hubungannya antara sageuk dan matematika? Masih tidak percaya juga? Ya terserah Anda. ^_^

Edited from my Kompasiana
Share:

Rabu, November 03, 2010

REFLEKSI LESSON STUDY (2)

 
Sekolah : SMPN 3 Cipunagara Kab. Subang
Kelas/Semester : VIII (delapan)/ganjil
Standar Kompetensi : 1. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis
Kompetensi Dasar : 1.6. Menentukan gradien, persamaan dan grafik garis lurus
Indikator :
1. Mengenal pengertian gradien
2. Menentukan gradien garis lurus dari sebuah garis
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Guru Model : Dadi Suryadi, S.Pd.
Moderator: Ahmad Firdaus, M.Pd.

REFLEKSI:
1. Guru Model (Dadi Suryadi, S.Pd.)
· Guru model merasa
Share:

Rabu, Oktober 13, 2010

REFLEKSI LESSON STUDY (1)


Sekolah : SMPN 4 Subang
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : IX (sembilan)/ganjil
Standar Kompetensi : 3. Melakukan pengolahan dan menyajikan data
Kompetensi dasar : 3.1. Menentukan rata-rata, median, dan modus data tunggal serta penafsirannya.
Indikator : Menentukan rata-rata data tunggal serta penafsirannya
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Guru Model : Akhyar, S.Pd.
Moderator: Ahmad Firdaus. M.Pd.
Download : LKS (klik di sini), RPP (klik di sini), Lembar Observasi (klik di sini)

REFLEKSI:
1. Guru Model (Akhyar, S.Pd.)
· Guru model telah melakukan pembelajaran di 4 kelas lainnya menggunakan perangkat yang sama. Tetapi
Share:

Sabtu, Oktober 24, 2009

Puzzle Segitiga


Usai mempelajari materi Kesebangunan dan kongruensi tidak ada salahnya kalau melakukan selingan dan improvisasi seperti ini. Permainan sederhana improvisasi dari permainan puzzle segitiga dan teka-teki. Diharapkan bisa membangkitkan dan menambah semangat belajar siswa.


Share:

Kamis, Februari 05, 2009

Komparasi Strategi Pembelajaran 'Make A - Match' dengan 'Index Card Match'

Oleh: Euis Kurniawati, S.Pd.


I. Alasan Pemilihan Topik

Alasan penulis membandingkan strategi Make - A Match dengan Index Card Match adalah:

a. Kedua strategi yang dibandingkan sama-sama menggunakan kartu (potongan kertas) sebagai media pembelajarannya.

b. Kedua strategi yang dibandingkan sama-sama menggunakan pembagian jenis kartu berupa kartu soal dan kartu jawaban.

II. Strategi Pembelajaran Make – A Match (Mencari Pasangan)

Make - A Match atau Mencari Pasangan merupakan strategi pembelajaran yang dikembangkan oleh Lerna Curran (Depdiknas, 2005).

Langkah-langkah:

1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu merupakan kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.

2) Setiap siswa mendapat satu buah kartu.

3) Tiap siswa memiliki jawaban atau soal dari kartu yang dipegang.

4) Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban).

5) Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.

6) Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar setiap siswa mendapat kartu yng berbeda dari sebelumnya.

7) Demikian seterusnya.

8) Kesimpulan/penutup.

III. Strategi Pembelajaran Index Card Match

Index Card Match atau Mencari Pasangan adalah strategi yang cukup menyenangkan yang digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Namun demikian, materi baru pun tetap bisa diajarkan dengan strategi ini dengan catatan, peserta didik diberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebih dahulu, sehingga ketika masuk kelas mereka sudah memiliki bekal pengetahuan (Hisyam Zaini, 2008: 32).

Langkah-langkah:

1. Buatlah potongan-potongan kertas sejumlah peserta didik yang ada dalam kelas.

2. Bagi jumlah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama.

3. Tulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya pada setengah bagian kertas yang telah disiapkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan.

4. Pada separo kertas lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi dibuat.

5. Kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban.

6. Beri setiap peserta didik satu kertas. Jelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan. Separo peserta didik akan mendapatkan soal dan separoh yang lain akan mendapatkan jawaban.

7. Minta peserta didik untuk menemukan pasangan mereka. Jika ada yang sudah menemukan pasangan, minta mereka untuk duduk berdekatan. Terangkan juga agar mereka tidak memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.

8. Setelah semua peserta didik menemukan pasangan dan duduk berdekatan, minta setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-teman yang lain. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangan-pasangan yang lain.

9. Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan.

IV. Komparasi Strategi Pembelajaran Make – A Match dengan Index Card Match

Tabel 1.

Komparasi Strategi Pembelajaran Make – A Match dengan Index Card Match

V. Kesimpulan

Berdasarkan tabel komparasi pada Tabel 1, ternyata banyak kesamaan antara Strategi Pembelajaran Make – A Match dengan Index Card Match, diantaranya pada aspek sifat dan tujuan pembelajaran; media yang digunakan (kartu atau potongan kertas); topik/konsep; dan kegiatan penutup. Dengan demikian maka penulis menyimpulkan bahwa Strategi Pembelajaran Make – A Match setaraf dengan Index Card Match.

VI. Daftar Pustaka

Arends, Richard I. 2008. Learning To Teach: Belajar untuk Mengajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Depdiknas. (2005). Bahan Presentasi: Model-model Pembelajaran yang Efektif. Jakarta: Depdiknas.

Hisyam Zaini, dkk. (2008). Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

Silberman, Melvin L. (2007). Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

Slavin, Robert E. 2008. Cooperative Lerning: Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Van de Walle, John A. 2008. Pengembangan Pengajaran Matematika Sekolah Dasar dan Menengah. Jakarta: Erlangga.

Share:

Translate

Twitter